Penulis : Kemenag
12 Juli 2011
---
Surabaya (Sinhat) --Penyelenggaraan haji di Jawa Timur kini telah memiliki standar kualitas dengan adanya sertifikat ISO 9001:2008 yang diterima pada 30 Juni lalu.
"Sertifikat ISO itu diterima oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jatim Drs H Sutrisno MPd MM dari Menteri Agama di Jakarta," kata Kabid Haji, Zakat, dan Wakaf Kemenag Jatim Drs H Asyhuri MM di Surabaya, Selasa.
Menurut dia, ISO 9001:2008 merupakan target penyelenggara haji Jatim, karena melalui ISO diharapkan penyelenggaraan haji akan benar-benar berorientasi pada pelayanan kepada jamaah haji.
"Dengan pelayanan yang terukur kualitasnya itu akan dapat membuat jamaah haji merasa nyaman, aman, dan puas, apalagi ISO juga menuju pencapaian sasaran mutu dalam penyelenggaraan haji," katanya.
Ia menjelaskan sasaran mutu penyelenggaraan haji antara lain seluruh jamaah haji yang terdaftar dan memenuhi syarat dapat diberangkatkan ke Arab Saudi.
Selain itu, seluruh jamaah haji yang berada di Arab Saudi memperoleh akomodasi, katering dan transportasi; seluruh jamaah haji dapat melaksanakan wukuf di Arafah; dan seluruh jamaah haji yang telah menunaikan ibadah haji dapat dipulangkan kembali ke Tanah Air.
"Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang bekerja keras untuk mendapatkan ISO 9001:2008, karena itu mari kita pertahankan hasil itu untuk pelayanan yang prima kepada masyarakat," katanya.
Ia menambahkan penyempurnaan sistem dan manajemen penyelenggaraan ibadah haji juga dimaksudkan agar calon jamaah haji lebih siap mandiri dalam menunaikan ibadah haji sesuai dengan tuntunan agama.
"Karena itu, para pembimbing jamaah haji hendaknya mendidik jamaah haji untuk mandiri dalam melakukan proses ibadah haji, sehingga tidak tergantung kepada pembimbing atau orang lain," katanya.
Data Siskohat Kemenag Jatim hingga 30 Juni 2011 mencatat calon jamaah haji Jatim yang mendaftar diperkirakan berangkat tahun 2020, karena porsi 2019 (33.935 orang) sudah habis pada 25-3-2011.(ant/es)