Banyak yang Ajukan Percepatan Keberangkatan, Deden Mahmudin : Pegangan Saya Undang-Undang

Ditulis oleh anggoro husni pada Jumat, 19 Mei, 2017

Bogor (Sinhat)—Masa pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) regular tahap II akan berlangsung pada 22 Mei 2017 sampai dengan 2 Juni 2017 nanti, persiapan terus dilakukan oleh para pegawai yang bekerja di Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, mulai dari verifikasi data Jemaah yang akan masuk pada pelunasan tahap II ini sampai dengan menghubungi langsung Jemaah haji yang masuk porsi pada tahun ini.

Dari proses itu tidak sedikit Jemaah haji yang kerap sulit dihubungi saat namanya masuk kedalam pelunasan tahun ini. Deden Mahmudin salah satu pegawai Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kota Bogor menceritakan bagaimana dia dan para pegawai Seksi PHU lainnya akhirnya menyambangi tiap rumah Jemaah haji yang sulit dihubungi tersebut.

“Karena waktu kita hubungi yang tertera di sistem kan nomor rumahnya, no hpnya gak kelihatan, jadi kebanyakan gak bisa dihubungi,”jelas Deden dengan logat sundanya yang kental.

Selain sulit dihubungi, lanjut Deden adalah permasalahan yang lain yaitu banyak Jemaah yang pindah rumah dan mereka tidak memberi tahu ke Kankemenag domisili perihal perpindahan alamat tersebut sehingga mau tidak mau harus disambangi kediaman Jemaah itu.

“Banyak juga yang sudah pindah rumah, tapi kita tidak dikasih tahu, ya mau gak mau kita harus door to door,” kata Deden

Walaupun Kantor Kemenag Kabupaten/Kota menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat khususnya Jemaah haji tidak sedikit Jemaah yang meluapkan emosinya kepadanya ataupun yang ingin mengajukan percepatan keberangkatan, namun berbekal regulasi-regulasi yang dia pegang akhirnya bisa diredam.

“Banyak yang kepingin mengajukan percepatan keberangkatan padahal namanya belum masuk porsi berangkat, pegangan saya hanya undang-undang,” pungkasnya.(wiek/ha)


Scroll to Top