Dirjen PHU : Haji Merupakan Sebuah Cerita yang Tak Pernah Usai

Ditulis oleh anggoro husni pada Jumat, 28 April, 2017

Jakarta (Sinhat)—Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil mengatakan penyelenggaraan haji merupakan suatu cerita yang tidak ada habisnya, banyak cerita yang dapat diambil banyak dijumpai cerita-cerita atau anekdot yang sebenarnya itu adalah kisah nyata, masalah Waqiiyah yang terjadi sehari-hari itu bukan merupakan bukan omongan kosong belaka tapi itu adalah memang betul-betul terjadi. Demikian diungkapkannya saat menjadi pembicara dalam acara Mudzakarah Nasional Perhajian Indonesia di Hotel Lumire Jakarta. Jumat (28/04/2017).

“Banyak cerita-cerita atau anekdot yang didapat didalam penyelenggaraan haji ini,” kata Djamil

Jemaah haji Indonesia kata Djamil adalah Jemaah yang mempunyai karakteristik yang heterogen sebagian besar berpendidikan rendah yang baru pertama kali melakukan penerbangan dan pertama kali pula berpergian ke luar negeri yang sudah barang tentu akan kesulitan beradaptasi dan berkomunikasi.

“Banyak Jemaah haji kita yang tersasar disana (Arab Saudi-red) kebanyakan Jemaah yang tinggal di daerah pedalaman dan berpendidikan rendah, namun tidak sedikit juga yang sudah Profesor dan Doktor yang ikut tersasar, tapi biasanya yang Profesor Doktor ini gengsi kalau dia tersasar,” candanya yang diikuti tawa peserta.

Pada tahun ini lanjutnya banyak peningkatan pelayanan dalam penyelenggaraan haji tahun ini diantaranya adalah Jemaah Indonesia akan menggunakan tenda permanen saat di Arafah tiang-tiangnya menggunakan bahan baja alumunium seperti gedung Burj Kahlifah Dubai kemudian sebagai penutupnya menggunakan bahan yang bisa menahan panas bukan bahan yang menghantarkan tapi tidak akan menimbulkan efek rumah kaca serta didalamya akan diberikan misfan (kipas angin yang mengeluarkan percikan-percikan air).

“Tahun ini tenda di Arafah sudah di Upgrade menjadi tenda permanen dengan bahan anti panas dan akan disediakan misfan,” ujar Mantan Rektor IAIN Wali Songo Semarang ini.

Selanjutnya pihaknya akan terus memperbaharui aplikasi Haji Pintar Karena menurutnya saat ini Aplikasi Haji pintar ini belum meluas digunakan oleh Jemaah haji kemungkinan masih banyak kendala Karena tidak semua Jemaah melek teknologi, kemudian adalah peningkatan upgrade bus antar kota, peningkatan akomodasi di Makkah dan Madinah serta peningkatan pelayanan catering di Makkah dan Madinah.(ha/ha)


Scroll to Top