Diryan DN: Jangan Intervensi Proyek Asrama Haji

Ditulis oleh Abdul Basyir pada Jumat, 28 April, 2017

Jakarta (Sinhat)--Kegiatan review usulan revitalisasi dan pengembangan asrama haji melalui dana SBSN resmi ditutup oleh Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri (Diryan DN) Ahda Barori, pada 28 April 2017.
Dalam materi yang disampaikan di hotel Lumire Jakarta, Ahda memerintahkan agar pelaksanaan proyek pengembangan asrama haji tahun 2017 dilaksanakan lebih sejak perencanaan hingga pelaporannya.
"Semua pelaksana proyek asrama haji harus berkomitmen melaksanakan proyek ini dengan sebaik-baiknya, utamakan kualitas hasil proyeknya demi pelayanan kepada jemaah haji," kata Ahda.
Selama tiga hari penuh para peserta menerima materi dari narasumber yang kompeten dalam bidang pengadaan jasa konstruksi gedung. Selain narasumber dari Kementerian Agama, hadir pula narasumber ahli dari Kementerian Keuangan, Bapennas, dan LKPP. 
Pada sambutan penutupan Ahda memberikan beberapa pesan dalam melaksanakan anggaran SBSN asrama haji.
"Pertama, niatkan yang baik dalam mengemban amanah negara untuk menunjang ibadah para jemaah," terang Ahda.
"Kedua saya tekankan agar lelang proyek asrama haji harus bersih dari intervensi siapapun, jangan ragu-ragu menolak permintaan dari manapun dan segera laporkan kepada saya," tegasnya.
Selanjutnya Ahda juga meminta pemilihan kontraktor harus mengutamakan profesionalisme dan track recordnya.
"Pilih kontraktor yang benar-benar bonafide dan pelajari latar belakang perusahaan dengan sungguh-sungguh," lanjut Ahda.
Selain itu Ahda juga menggarisbawahi integritas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
"Seluruh PPK, pengawas, Kepala UPT, Kepala Bidang PHU jangan ada yang coba-coba "bermain" dengan anggaran dan proyek besar ini. Saya tidak akan segan-sedan menindak dan melaporkan ke penegak hukum jika ada kecurangan," imbuhnya.
"Pejabat di asrama haji dan Kanwil harus melibatkan diri secara penuh membantu pengawasan perkembangan proyek agar semua berjalan sesuai ketentuan dan selesai tepat waktu," papar Ahda melanjutkan.
Ahda juga menekankan bahwa proyek asrama haji bukan proyek tahun jamak (multiyears).
"Revitalisasi asrama haji merupakan proyek tahun tunggal sesuai tahun anggaran, supaya dapat segera digunakan untuk operasional haji. Semua harus bersinergi agar tidak ada lagi penundaan pekerjaan di tahun berikutnya," jelasnya.
Yang terakhir Diryan DN berpesan agar penyusunan kontrak kerja harus detail, tidak multitafsir untuk mengurangi potensi masalah yang akan muncul. 
"Saya berharap proyek asrama haji tahun ini lebih baik, mengingat perkembangan hasil dari tahun ke tahun semakin meningkat," pungkasnya. (ab/ab).

 


Scroll to Top