Menag Apresiasi Kinerja Petugas Haji

Ditulis oleh Abdul Basyir pada Sabtu, 09 September, 2017

Jeddah (PHU)---Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkunjung ke Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Sabtu (09/09/2017). Pada kunjungannya itu Menag melihat langsung pelayanan pemulangan yang diterima jemaah haji. Saat menghampiri jemaah seperti biasa Menag dikerubuti banyak jemaah untuk sekedar bersalaman dan berswafoto.

“Alhamdulillah saya tadi dapat bertemu dengan para jemaah dari JKS-10. Mereka sudah 2 jam yang lalu tiba di Bandara Jeddah untuk selanjutnya menyelesaikan proses imigrasi. Para jemaah merasa senang dan pelayanan yang diberikan tidak ada kendala berarti,” ujar Menag.

“Ada hal menarik, tadi sempat berbincang dengan jemaah usia 85 tahun yang masih sangat vit. Dia mengaku mengerjakan semua ritual haji sendiri tanpa digantikan orang lain,” imbuhnya.

Menag juga menyempatkan mengunjungi dapur catering Al Musbah, yang menyediakan konsumsi selamat jalan bagi jemaah haji. Pada masa pemulangan gelombang pertama melalui Bandara Jeddah jemaah menerima paket makan selamat jalan dari PPIH.

“Sesuai ketentuan jemaah kita menerima paket konsumsi selama menunggu di Bandara Jeddah. Menu terdiri dari nasi putih, ayam goring, semur daging, sayuran, buah, dan 2 botol air mineral,” tegas Menag.

Saat mengunjungi Al Musbah Menag tidak canggung untuk langsung masuk dapur melihat proses pengolahan makanan dan packing. Selama di dapur catering Menag juga menjadi sasaran selfie para pekerja katering.

Setelah berinteraksi dengan para jemaah dan melihat proses di dapur catering, Menag transit sesaat di ruang kerja Daker Bandara. Di ruang kerja yang sangat sempit tersebut Menag berbincang dengan para petugas.

“Khusus kepada petugas saya akan menyampaikan dua hal. Pertama, apresiasi tinggi atas dedikasi mereka dalam melayani jemaah. Kedua, berpesan tentang kesabaran karena kadang atau seringkali ada jemaah yang ingin dilayani,” tukas Menag.

“Karena mereka sedang dalam kondisi lelah dan capek, mungkin ada cara, tindakan, atau perilaku yang tidak sebagaimana kita harapkan yang ditunjukkan jemaah kepada petugas, maka petugas harus memiliki kesabaran yang tinggi,” ujar Menag menambahkan.

“Dicaci maki, dimarahi, itu bagian dari pekerjaan kita karena kita harus melayani tamu-tamu Allah ini sebaik-baiknya.” pungkasnya. (ab/ab).


Scroll to Top