Siapkan Sarana Memadai, Baru Tambah Kuota

Ditulis oleh Abdul Basyir pada Minggu, 10 September, 2017

Jeddah (PHU)---Panjangnya waiting list haji dan terbatasnya kuota menjadi masalah pelik yang selalu menarik perhatian publik. Semua berharap kuota haji Indonesia semakin ditambah agar memangkas waktu tunggu yang sangat panjang. Kini isu penambahan kuota kembali bergulir saat penyelenggaraan haji memasuki masa akhir.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memandang penambahan kuota jemaah haji tanpa didahului penataan infrastruktur di Mina, justru akan menjadi sesuatu yang riskan.

"Jadi penambahan kuota harus didahului dengan penyiapan dan penyediaan infrastruktur yang memadai," terang Menag usai memimpin rapat evaluasi penyelenggaraan haji antara delegasi Amirul Hajj dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Jeddah, Sabtu (09/09).

Tahun ini, kuota jemaah haji Indonesia bertambah hingga 52.200 orang jika dibanding tahun sebelumnya. Menurut Menag, dengan kuota lebih dari 220ribu pada tahun ini saja, kondisi di Mina cukup memprihatikan. Sebab, ada beberapa kloter yang maktabnya tidak menyiapkan tenda yang cukup dengan jumlah jemaah.

"Kalau infrastruktur, tenda dan toilet tidak ditambah, maka menambah jemaah menurut saya justru akan menimbulkan persoalan serius," tuturnya.

Sehubungan itu, Menag meminta agar orientasi yang dikedepankan bukan penambahan kuota, tapi penyiapan kapasitas daya tampung tenda dan toilet di Mina. Prioritas yang akan dilakukan pemerintah ke depan adalah mencoba meyakinkan pemerintah Saudi agar Mina itu ditata lebih baik.

"Kita ingin berjuang seoptimal mungkin agar Pemerintah Saudi dapat meningkatkan kapasitas dan daya tampung tenda yang ada di Mina. Juga toiletnya. Sehingga tidak menimbulkan persoalan serius bagi keselamatan jemaah. Bahkan bisa mewujudkan kenyamanan bagi jemaah," ujarnya.

"Ketika ini bisa dilakukan baru kita bisa berbicara tentang penambahan kuota," sambungnya.

Selain itu, Menag juga akan meminta pihak Muassasah untuk menata ulang penempatan jemaah haji furoda (non kuota). Menurutnya, penempatan jemaah haji furoda yang bercampur dengan jemaah reguler harus dihindari.

"Jadi ke depan kita harus belajar dari pengalaman tahun ini di mana jemaah furoda seharusnya tidak bercampur dengan jemaah reguler haji kita," tandasnya. (mkd/ab).


Scroll to Top