Standar Minimal Biaya Umrah 1.700 Dolar AS

Ditulis oleh edy supriatna sjafei pada Senin, 26 Mei, 2014

Bandung (Sinhat)--Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) menyatakan standar minimal biaya perjalanan umroh senilai 1.700 dolar AS.

"Amphuri dan Kementerian Agama RI komitmen untuk menetapkan standar penyelenggaraan umrah, terutama terkait biaya, dimana biaya 1.700 dolar AS menjadi standar minimun untuk perjalanan umroh," kata Ketua Amphuri Joko Asmoro pada sosialisasi biaya umrah dan haji di Kota Bandung, Rabu.

Ia menyebutkan, standarisasi biaya umrah itu dalam rangka menjamin pelayanan kepada jemaah umrah yang terus meningkat setiap tahunnya.

"Kami mengimbau perusahaan perjalanan umrah untuk mematuhi UU No. 13 Tahun 2008 terkait standar penyeleggaraan haji dan umrah, sehingga tidak akan ada lagi kasus jemaah umrah yang terlantar," katanya.

Ia menyebutkan, biaya 1.700 dolar AS itu sudah merupakan standar minimum untuk perjalanan umrah. Sehingga bila ada angka di bawah itu maka menurut dia sangat riskan untuk bisa memenuhi standar pelayanan di Tanah Suci.

"Untuk tiket pesawat saja bolak-balik sekitar 1.000 dolar AS hingga 1.300 dolar AS, biaya 1.700 dolar AS itu sudah standar minimal. Bila di bawah itu diragukan standar pelayanannya. Kami sampaikan ini tidak lain agar masyarakat tahu standar minimal biaya perjalanan umrah," kata dia.

Ia meminta masyarakat untuk tidak tergiur dengan paket umrah yang murah, karena dalam pelaksanaanya tetap harus disesuaikan dengan perhitungan biaya standar minimal.
"Pokoknya jangan tergiur dengan paket murah," katanya.

Ia menyebutkan, munculnya kasus jemaah umrah yang terlantar atau tidak jadi berangkat itu karena memang biayanya terlalu rendah, atau perusahaan perjalanannya tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut, dalam pembenahan perusahaan perjalanan umrah, ia berharap perusahaan yang belum memiliki sertifikasi untuk segera melengkapinya.

"Belum semua perusahaan perjalanan umrah memiliki izin dan sertifikasi, prosesnya cepat dan mudah," katanya.

Joko Asmoro menyebutkan, animo muslim Indonesia untuk menunaikan umrah terus meningkat. Tahun 2013 jumlahnya mencapai 500 ribu orang, sedangkan tahun ini diperkirakan tumbuh dua kali lipat menjadi sejuta orang.

"Tingginya minat umrah karena daftar menunaikan ibadah haji yang begitu lama, harus menunggu bertahun-tahun, sehingga mereka menunaikan umrah terlebih dahulu," katanya.

Namun pelaksanaan umrah pada bulan Rajab dan Syaban saat ini, kata Joko dipastikan terjadi penundaan pemberangkatan jemaah umrah karena terkait dengan kuota dari Pemerintah Arab Saudi.

"Pada Rajab dan Syaban ini pasti akan ada penundaan pemberangkata, bukan pembatalan. Kuotanya kan tetap berdasarkan visa yang masuk, sedangkan saat ini banyak pemegang visa umrah yang belum berangkat karena menunda keberangkatan, sedangkan kuotanya tetap. Paling hanya 15 persen hingga 20 persen," katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada calon jemaah umrah yang telah memegang visa untuk segera berangkat dan tidak menunda keberangkatan karena berimbas kepada visa dan keberangkatan jemaah lainnya yang mengantri.(ess)


Scroll to Top