Lompat ke isi utama
x

Diryan LN Bicara Komponen Biaya Masyair, Sebabkan BPIH 2022 Naik Signifikan

subhan

Makassar (PHU) —- Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri (Diryan LN) Kemenag RI Subhan Cholid berkesempatan menghadiri acara Pembukaan Integrasi Database Layanan Konsumsi dan Transportasi Haji Indonesia dan Evaluasi Aplikasi Sepakat (Sistem Evaluasi Pelayanan Akomodasi dan Transportasi) pada Kamis (17/11/20222).

Dalam kesempatan tersebut, Subhan berpesan agar para pelaksana di unit teknis Kementerian Agama menguasai informasi agar dapat menjawab isu-isu yang berkembang di masyarakat.

“Kita harus punya informasi yang bisa dibagi ke masyarakat. Sebanyak 46% jemaah haji yang berangkat tahun ini sama seperti 54% jemaah yang tidak berangkat, yaitu sama-sama sudah melakukan pelunasan di tahun 2021,” terang Subhan.

Terkait dengan isu pembatasan usia yang terjadi pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M, ada sebanyak 53.000 jemaah haji Indonesia yang masuk dalam jemaah masa tunggu pada kategori lansia.

"Kita semua berharap pelaksanaan haji selanjutnya dapat dilaksanakan tanpa pembatasan usia," harapnya.

Sementara itu terkait Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 2022, sambung Subhan, terdapat komponen kenaikan biaya Masyair yang cukup signifikan. Dalam hal ini jemaah haji Indonesia mendapatkan 63 juta nilai manfaat dari total 98 juta nilai riil. Sehingga jemaah hanya membayar 35 juta, yang terdiri dari setoran awal 25 juta dan biaya pelunasan rata-rata senilai 10 juta.

“Setiap tahun nilai manfaat yang dikeluarkan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencapai 8-9T,” pungkas Subhan.

“Tahun 2022 nilai manfaat seluruhnya yang dikeluarkan mencapai 12T dimana terdapat selisih 3T. Padahal 9T pertahun merupakan nilai maksimal yang dikeluarkan,” imbuhnya lagi.

Subhan mengatakan bahwa kondisi ideal, setiap jemaah seyogyanya dapat mensubsidi dirinya sendiri. Hal tersebut secara syar’i akan dibahas kembali.

Penulis
Amnia Salma
Editor
Mustarini Bella Vitiara

Jumlah Pembaca