Lompat ke isi utama
x

Fenomena Haji Muda di Embarkasi/Debarkasi Jakarta-Bekasi, Siapa Saja Mereka?

Jks

Bekasi (PHU)--Fenomena haji muda muncul pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022M. Fenomena ini tentunya menjadi hal yang menarik, di tengahnya panjangnya waktu tunggu pemberangkatan jemaah haji khususnya di Provinsi Jawa Barat yang mencapai 20 tahun.

“Sebagaimana Keputusan Menteri Agama Nomor 430 Tahun 2022 tentang perubahan KMA nomor 405 tahun 2022 tentang Kuota Jemaah Haji Indonesia Tahun 1443H/2022M Jemaah haji dapat diberangkatkan pada usia maksimal 65 tahun pertanggal 30 Juni 2022 dan minimal 18 Tahun. Untuk  jemaah haji yang berangkat pada tahun 2022 ini terdapat 26 jemaah haji yang termuda se-Indonesia, dan di Jawa Barat terdapat 6 jemaah haji usia 18 yang telah diberangkatkan,” Ungkap Sub Koordinator Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat Amri Yusri, yang juga Kepala Bidang Dokumen PPIH Embarkasi Jakarta Bekasi dalam wawancara di Asrama Haji Bekasi, Senin (01/08/2022).

Adapun enam orang jemaah haji Jawa Barat yang diberangkatkan pada usia 18 tahun tersebut di antaranya :

1.  Fakhri Ramadhan Permana,  lahir 05 November 2003 tergabung dalam JKS – 013 Asal Kab. Bogor

2. Aulia Putri Rahmah lahir 15 Mei 2004 tergabung dalam JKS – 020 Asal Kota Bogor

3. Lepina Lantika Lesmana lahir  22 Juni 2003 tergabung  dalam JKS - 020 Asal Kota Bogor

4. Siti Nurhasanah Asep lahir 01 September 2003 tergabung dalam  JKS – 037 Asal Kab Bandung Barat

5. Rafa Tasya Azizah lahir 13 April 2004 tergabung dalam JKS – 040 Asal   Kab. Indramayu

6. Zahra Nur Fatimah lahir 30 Januari 2003 tergabung dalam JKS – 010 Asal Kab. Bekasi

 

Menurut Amri, keenam jemaah tersebut merupakan hasil dari pelimpahan porsi.

“Teh Aulia ini berangkat menggantikan ibunya yakni ibu Sri Kustini yang wafat pada tanggal 31 Maret 2021 sehingga dapat berangkat dengan ayah kandungnya Bapak Majid pada hari Jumat, (17/06/2022) dan kembali ke tanah air pada hari Jumat, (29/07/2022) bergabung dengan Kloter 20 Asal Kota Bogor,” papar Amri.

Amri menerangkan bahwa pelayanan pelimpahan nomor porsi jemaah haji reguler merupakan bentuk kebijakan kementerian Agama yang menjaga hak dari jemaah haji, Berdasarkan Kepdirjen 130 Tahun 2020 bahwa jemaah haji yang telah mendaftar namun meninggal ataupun sakit permanen dapat dilimpahkan porsi hajinya kepada ahli waris (anak/orang tua, suami/ isteri dan saudara kandung).

“Adapun persyaratan dan prosesnya dapat dibaca di Kepdirjen PHU Nomor 245 tahun 2021 tentang SOP Pelimpahan Porsi Jemaah Reguler, dan untuk di Jawa Barat, kami telah meresmikan pelayanan berbasis aplikasi “SIPORSI” sistem informasi pelayanan pelimpahan porsi tahun 2021, sehingga jemaah haji cukup menyampaikan permohonan pelimpahan porsi kepada petugas haji Kabupaten/ Kota sesuai domisili jemaah yang mendaftar,” imbuh Amri.

Perlu juga kami sampaikan bahwa jemaah haji dapat melakukan pendaftaran haji usia minimal 12 tahun saat mendaftar. Saat ini tanggal 1 Agustus 2022 pukul 10:59 WIB berdasarkan data SISKOHAT jumlah pendaftar haji Jawa Barat sebanyak 744.449. Artinya, bilamana menggunakan kuota haji pada tahun ini 45.6% waitinglist selama 44 Tahun. Akan tetapi bilamana tahun depan kuota kembali normal 100%, rata-rata waitinglist jemaah 22 tahun,” pungkas Amri.

Penulis
Tri Budiono
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca