Lompat ke isi utama
x

Hadiri Evaluasi Haji Embarkasi Solo, Ini Catatan Dirjen PHU

Ok

Semarang (PHU)--Berakhirnya masa operasional ibadah haji tahun 1443H/2022M masih menyisakan beberapa catatan yang harus dimitigasi kedepannya. 

 

Catatan pertama adalah jemaah haji yang sampai saat ini masih di rawat di Rumah Sakit Arab Saudi berjumlah 6 orang. 

 

"Kita Masih punya PR jemaah yang Masih dirawat di Saudi saat ini Masih ada jemaah sakit 6 orang," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief dalam acara Evaluasi Penyelenggaraan Operasional Haji Embarkasi Solo. Kamis (25/08/2022). 

 

Kementerian Agama akan melakukan pengendalian jemaah Indonesia agar tetap dalam keadaan sehat saat kembali ke Tanah Air. 

 

"Berdasarkan data dari Kesehatan Haji, ternyata banyak jemaah yang sakit tapi di Indonesia tidak dirasakan. Penyakit tersebut seperti Diabetes, Hipertensi, Kardiovaskular, jantung," terang Hilman. 

 

Menurutnya, hal ini perlu diantisipasi sejak dini karena di Arab Saudi haji dan aktivitas fisik sangat erat. Sehingga bisa menjadi seban kambuhnya Penyakit jemaah di Saudi. 

 

Ia mengakui penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terlaksana atas kerjasama berbagai pihak. "Terimakasih saya ucapkan kepada PPIH Kloter dan PPIH Embarkasi, khususnya Embarkasi Solo yang telah menunaikan tugas dengan maksimal," kata Hilman. 

 

"Kita akan evaluasi dan mitigasi penyelenggaraan haji tahun depan sebagai upaya perbaikan yang dicerminkan dalam layanan yang lebih baik," sambungnya. 

 

Catatan kedua lanjut Hilman adalah kehatian-hatian dalam menginput data jemaah haji, menurutnya ini merupakan aspek yang sangat penting. Ia berharap petugas dapat memastikan data yang diinput sudah benar.

 

 

"Kehati hatian dalam input data menjadi salah satu aspek yang sangat Penting. Saya mohon rekan-rekan semua dapat memastikan data yang diinput benar," kata Hilman 

 

Hal ini menjadi catatan penting karena terdapat laporan salah input jemaah pelimpahan nomor porsi tapi diinput pembatalan. 

 

Catatan ketiga adalah dirinya mengimbau agar Kementerian Agama dapat menyiapkan pembimbing haji perempuan. 

 

"Seperti yang kita tahu, jika fiqh wanita berbeda dengan laki-laki. Maka dari itu, upayakan ada pembimbing haji perempuan agar dapat memfasilitasi para jemaah dalam beribadah," jelasnya. 

 

Catatan keempat adalah mitigasi situasi di Arab Saudi berupa transformasi digital harus diaplikasikan. "Seperti yang kita ketahui, saat ini transformasi digital sudah luar biasa diaplikasikan keseluruh aspek layanan haji," katanya. 

 

Terkait situasi di Masyair banyak jemaah yang puas dengan layanan haji. Sehingga harus diketahui bahwa pada tahun ini jumlah jemaah lebih kurang 50% dengan biaya mencapai RP98juta perjemaah. 

 

"Dulu hanya 18% nilai manfaat yang diberikan dan saat ini lebih dari 60%. Maka ini menjadi evaluasi Kita bersama dan sangat substantif ke depan," tutupnya. 

 

Evaluasi penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Solo dilaksanakan di Bandungan, Semarang pada Kamis (25/08/2022). Hadir dalam acara tersebut seluruh PPIH Embarkasi Solo yang berasal dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Penulis
Amnia Salma
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca