Lompat ke isi utama
x

Dirbina Haji: Perlu Ada Moderasi Dalam Pelaksanaan Manasik

ars

Bogor (PHU) --- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) mendorong pelaksanaan sertifikasi pembimbing manasik haji yang moderat. Hal ini disampaikan Direktur Bina Haji Ditjen PHU Arsad Hidayat saat membuka secara resmi Evaluasi Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji di Bogor, Senin (10/10/2022).

“Salah satu poin yang menjadi titik evaluasi dalam 2 tahun ini adalah adanya penurunan angka pelaksanaan sertifikasi yang sangat signifikan di Tanah Air. Kami harap, walaupun sudah masuk akhir tahun, PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) penyelenggara sertifikasi dapat menemukan semangatnya kembali dan membuka pendaftaran-pendaftaran untuk pelaksanaan sertifikasi pembimbing manasik,” kata Arsad.

“Harapannya jemaah haji kita dapat menerima tuntunan manasik yang sesuai ketentuan dan terstandar, jangan sampai ada jemaah yang memiliki pemahaman manasik yang terlalu berlebihan, ekstrem, atau tidak moderat. Di sini coba kita arahkan melalui pelaksanaan sertifikasi ini, bagaimana bisa membentuk para pembimbing manasik haji yang moderat,” sambungnya.

Arsad kemudian menjelaskan bahwa lebih dari setengah jemaah haji Indonesia merupakan kelompok jemaah berisiko tinggi (risti), sehingga diperlukan tuntunan manasik yang mengajarkan kepada kemudahan-kemudahan (rukhshah).

“Saya perlu sampaikan kenapa perlu ada moderasi dalam pelaksanaan manasik. Kita tahu bahwa jemaah haji kita yang saat ini berangkat itu 67% adalah risti (risiko tinggi), baik karena umur maupun karena penyakit. Nah, perlu ada pola manasik yang lebih mengangkat tema-tema “rukshah” atau kemudahan, yakni pilihan-pilihan yang lebih memberikan mereka keleluasaan dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji,” pungkasnya.

Dalam rangka mempermudah pelaksanaan sertifikasi pembimbing manasik haji yang moderat, Ditjen PHU akan segera menerbitkan buku dalam waktu dekat. “Alhamdulillah, kita sudah membuat buku bertajuk Moderasi Manasik Haji dan Umrah, dan insya Allah di momen pelaksanaan Mudzakarah Perhajian Nasional nanti akan kita launching. Harapannya, ini dapat menjadi pedoman bagi para PTKIN penyelenggara sertifikasi dan stakeholder terkait,” imbuh Arsad.

Kegiatan ini mengusung tema "Peningkatan Kualitas Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Bersertifikat". Hadir, para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi PTKIN Penyelenggara Sertifikat Pembimbing Manasik Haji, perwakilan dari BRIN, dosen, dan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU).

Penulis
Mustarini Bella Vitiara
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca