Lompat ke isi utama
x

Ditjen PHU Dorong Sertifikasi Pembimbing Manasik Secara Tatap Muka

ars

Bogor (PHU) --- Pelaksanaan sertifikasi pembimbing manasik haji akan lebih diarahkan ke dalam mekanisme offline atau tatap muka. Demikian disampaikan Direktur Bina Haji Ditjen PHU Arsad Hidayat saat membuka secara resmi Evaluasi Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji di Bogor, Senin (10/10/2022).

“Untuk tahun 2022 ini sebenarnya kita sudah mendorong UIN dan juga IAIN penyelenggara untuk melaksanakan sertifikasi pembimbing manasik dengan sistem normal, artinya tidak lagi mempergunakan sistem online, karena keadaan pandemi yang sudah agak membaik, sehingga kita mendorong pelaksanaan sertifikasi dengan sistem offline,” ujar Arsad.

Dalam kesempatan yang sama, Arsad juga menyampaikan beberapa poin evaluasi dari penyelenggaraan sertifikasi pembimbing manasik haji selama tahun 2022.

“Pertama adalah kaitannya dengan belum meratanya pembimbing manasik bersertifikat di daerah-daerah tertentu, dan ini menjadi salah satu problematika. Malah ada beberapa daerah yang tidak mencantumkan persyaratan bersertifikat pembimbing dalam rekrutmen petugas pembimbing ibadahnya, sementara dalam pedoman rekrutmen petugas haji mewajibkan kepada petugas haji daerah, khususnya pembimbing ibadah, serta para konsultan ibadah yang masuk dalam PPIH non kloter untuk bersertifikat,” jelasnya.

Oleh karena itu, Ditjen PHU mendorong adanya pemerataan pembimbing manasik haji bersertifikat dengan penyelenggaraan sertifikasi di seluruh Indonesia. “Sehingga ini juga menjadi kewajiban bagi UIN dan IAIN penyelenggara agar bagaimana supaya ada pemerataan pembimbing bersertifikat di seluruh provinsi di Tanah Air,” sambung Arsad.

Poin lainnya adalah adanya penurunan angka pelaksanaan sertifikasi yang sangat signifikan di Tanah Air. Arsad menilai, dalam dua tahun terakhir, penyelenggaraan sertifikasi pembimbing manasik haji oleh UIN dan IAIN sangat menurun. Hal itu bisa jadi karena terdampak oleh pandemi.

“Untuk pelaksanaan sertifikasi, walaupun ada dilaksanakan di beberapa kampus, dalam 2 tahun ini kita relatif agak turun, terutama setelah pandemi Covid-19. Bahkan di tahun 2022 ini, kita baru melaksanakan tidak kurang dari 5 penyelenggaraan sertifikasi,” terangnya.

“Kami harap, walaupun sudah masuk akhir tahun, PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) penyelenggara sertifikasi dapat menemukan semangatnya kembali dan membuka pendaftaran-pendaftaran untuk pelaksanaan sertifikasi pembimbing manasik,” harap Arsad.

Oleh karena itu, Arsad berharap forum evaluasi ini dapat menumbuhkan kembali semangat PTKIN se-Indonesia untuk menyelenggarakan sertifikasi pembimbing manasik haji.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari mulai dari 10 s.d. 12 Oktober 2022 ini dihadiri para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Penyelenggara Sertifikat Pembimbing Manasik Haji, perwakilan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU), akademisi, serta para pejabat eselon 3 pada Direktorat Bina Haji Ditjen PHU.

Penulis
Mustarini Bella Vitiara
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca