Lompat ke isi utama
x

Kemenag Upayakan Haji Mujamalah Lebih Tertib

nur

Jakarta (PHU)---Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Nur Arifin, sedang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II. Nur Arifin tergabung dalam Angkatan XII bersama 18 peserta lainnya dari Kementerian Agama.

Proyek perubahan yang diusung Nur Arifin tergolong visioner. Bagaimana  tidak dia mengangkat tema pelayanan haji mujamalah yang selama ini tidak terstandar bahkan menurutnya tidak ada jaminan pelayanan bagi jemaah haji mujamalah.
“Selama ini masyarakat kita telah membayar mahal untuk dapat melaksanakan ibadah haji melalui jalur haji furada atau haji mujamalah. Namun faktanya mereka sering tidak mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan biayanya, bahkan sebagian menjadi korban penipuan hingga tidak dapat berangkat ke tanah suci,” terang Nur Arifin saat ditemui di ruang kerjanya Jl. Lapangan Banteng Barat No 3-4 Jakarta Pusat, Jum’at (18/11/2022).

Proyek perubahan yang digarap Nur Arifin berjudul “Sinergisme Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam Memberikan Jaminan Pelayanan Haji Mujamalah (SIKAHUM)”. Proyek perubahan menargetkan adanya Nota Kesepahaman antara Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah yang tujuan akhirnya agar penyelenggaraan haji mujamalah lebih tertib.

“Penyelenggaraan haji mujamalah harus bisa lebih baik dan lebih tertib, untuk itu perlu kolaborasi secara internal antara state dan private sector. Kami telah mengadakan pertemuan dengan para ahli baik dari Kementerian Agama (state) maupun dari unsur pelaku usaha (private sector) untuk membangun kesepahaman penyelenggaraan haji mujamalah,” lanjut Nur Arifin.

Pertemuan yang menurutnya telah dilaksanakan pada 11 November lalu menghasilkan beberapa rumusan. Diantaranya instrument pelayanan haji mujamalah. “Instrumen ini kami adaptasi dari Peraturan Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2021. Nantinya instrument ini akan kami susun dalam sebuah kebjakan atau regulasi agar menjadi pedoman penyelenggaraan haji mujamalah,” tandasnya.

Penulis
Abdul Basir
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca