Lompat ke isi utama
x

Karu, Karom serta Jemaah Haji Diminta Implementasikan Kemabruran Haji

bt

Bukittinggi (PHU)—Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi mengimbau kepada mantan Ketua Regu (Karu) dań Ketua Rombongan (Karom) yang telah menunaikan ibadah haji pada tahun 1443H/2022M mengimplentasikan kemabruran haji kepada jemaah hajinya.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kemenag Kota Bukittinggi Eri Iswandi saat Evaluasi Penyelenggaraan Haji Tahun 1443H/2022M yang berlangsung di Hotel Syultan Syari'ah Parik Putuih Kabupaten Agam. Sumatera Barat. Selasa (20/9/2022).

“Kami mengimbau  agar Karu dań Karom serta jemaah haji tahun 2022 selalu mengimplementasikan kemabruran haji di tengah masyarakat,” kata Eri.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang terdiri dari Ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan Ibadah Haji (TKIH), ketua Rombongan, ketua regu serta jfu pada seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi.

bt

Eri dalam arahannya meminta kepada seluruh peserta untuk menyampaikan secara terbuka terkait dengan kendala, masalah dan kekurangan layanan yang diterima dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022. Menurutnya, catatan, pendapat dan saran tersebut bisa dimulai dari persipan layanan dokumen, bimbingan manasik melalui Kementerian Agama dan KUA Kecamatan, layanan Mansik haji di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), layanan kesehatan, pemberangkatan dari Bukittinggi ke embarkasi, saat di embarkasi, selama di Arab Saudi dan sampai kembalinya ke tanah air.

"Hasil evaluasi ini akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan, akan kami usulkan secara berjenjang ke tingkat Provinsi maupun pusat jika diperlukan sesuai tugas dan fungsi masing-masing," tuturnya.

Ia pun memaparkan tiga skenario manasik haji sepanjang tahun oleh Kementerian Agama yaitu pertama bimbingan manasik haji reguler bagi jemaah haji tahun berangkat, kedua memberikan penyuluhan bagi jemaah haji waiting list dua tahun jelang keberangkatan dan ketiga menyapa jemaah dalam bentuk podcast, seminar dan konsultasi bagi jemaah waiting list di atas tiga tahun dan masyarakat umum.

"Tiga skenario ini sangat penting untuk kita sikapi secara bersama," ujarnya.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Bukittinggi Tri Andriani Djusair melaporkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan  bertujuan untuk menggali informasi, melihat kendala dan memotret pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji tahu 1443H/2022M dalam perspektif petugas kloter, Karu dan Karom.

“Pada kegiatan ini juga diharapkan ada masukan berupa usul saran untuk perbaikan, peningkatan pelayanan Jama'ah ke arah yang lebih baik dalam hal memberikan Pembinaan, Pelayanan, Perlindungan, mewujudkan kemandirian serta meningkatkan ketahanan jemaah haji sebagai mana yang diamanatkan didalam Undang-Undang-Undang No 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji," jelasnya.

 

 

Penulis
Syafrial
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca