Lompat ke isi utama
x

Kemenag Minta Peserta Seleksi Petugas Haji Bersaing Sehat

seleksi petugas

Gorontalo (PHU) – Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag RI Muhajirin Yanis dan Tim Supervisi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo H. Hamka Arbie serta Anggota Komisi VIII DPR RI Idah Syahidah Rusli Habibe hadir pada seleksi Rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji tahap II di tingkat Provinsi Gorontalo, Kamis (13/02) bertempat di aula Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Kemenag Provinsi Gorontalo.

Muhajirin Yanis sepakat pada rekrutmen petugas berdasarkan Sistem Computer Assisted Test (CAT) yang mengacu pada system transparan dan akuntabel  dinilai mampu menghalau kecurangan dalam tes seleksi petugas haji.

“Seleksi petugas menggunakan CAT yang kita sudah lakukan beberapa tahun belakangan ini dimampu dapat menghalau kecurangan dalam pelaksanaan tes saat perekrutan calon petugas haji, kemampuan diri sendiri menjadi modal utama namun jika masih ada oknum yang mencoba kongkalikong kami sudah sepakat akan menindak tegas, bersaing sehat jangan menjatuhkan satu sama lain jika memang sudah berusaha semaksimal mungkin dan berdoa jika memang kita yang akan lulus maka akan lulus” ujarnya.

Dia juga menyampaikan sebagai petugas yang nantinya mengemban tugas sebagai pelayan tamu Allah, harus memahami posisi ketika bertugas tidak ada alasan beribadah haji terlebih dahulu baru melaksanakan tugas intinya.

“Tujuan utama perekrutan ini mencari petugas yang benar-benar ingin bertugas secara profesional melayani jemaah haji keteika di arab Saudi dan ketika kembali menjadi alumni yang dapat memberikan perubahan yang baik bagi diri sendiri juga untuk masyarakat sekitar, sekali lagi saya ingatkan ketanah suci bukan untuk berangkat haji namun untuk bertugas”, katanya.

Plt. Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Hamka Arbie menyampaikan, sesuai Rencana Perjalanan Haji (RPH) tahun 1441 H/2020 M, pemberangkatan jemaah haji kloter pertama akan dimulai pada tanggal 26 Juni 2020, sedangkan  kloter terakhir pada tanggal 25 Juli 2020. Olehnya sangat penting untuk memastikan seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

“Guna memperoleh petugas haji yang memiliki kompetensi dan integritas yang baik, maka perlu dan penting untuk melakukan rekrutmen calon petugas haji, baik untuk PPIH Kloter maupun PPIH Arab Saudi melalui seleksi. Hal ini juga untuk menciptakan standarisasi seleksi dan mewujudkan sistem seleksi yang transparan, obyektif dan akuntabel. Apalagi pemberangkatan kloter pertama jemaah haji direncanakan pada bulan Juli, tepatnya tanggal 25 Juli,” terang Hamka.

Dikesempatan yang sama Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo Mahmud Y. Bobihu mengatakan, seleksi rekrutmen ini diselenggarakan demi untuk mendapatkan petugas yang akan memberikan pelayanan kepada jemaah haji nanti di tanah suci. Proses inipun menurutnya merupakan bagian terpenting dari setiap penyelenggaraan haji setiap tahunnya, olehnya harus dilakukan secara akuntabel dan juga transparan.

“Khusus Provinsi Gorontalo, seleksi ini diikuti oleh 22 orang peserta yang merupakan hasil seleksi pada tahap pertama di Kanwil dan Kabupaten Kota se-Provinsi Gorontalo. Dari seleksi pertama pun sudah dilakukan secara akuntabel dan transparan, yakni dengan menggunakan sistem CAT (computer assisted test) yang bisa langsung terlihat nilai akhir dari hasil seleksi,” ujar Mahmud dalam laporannya.

“Adapun ke-22 orang peserta ini akan bersaing lagi mengisi kuota petugas yang hanya berjumlah 11, diantaranya adalah untuk 2 orang calon ketua kloter, 2 orang calon Pembimbing Ibadah Haji Kloter, 1 orang calon Pelayan Bimbingan Ibadah Haji Sektor, 1 orang calon Petugas Siskohat, 2 orang calon Pelayan Akomodasi, 2 orang calon pelayan konsumsi dan 1 orang calon pelayan transportasi,” terang Mahmud.

 

Penulis
Raja/Ayiz
Editor
Ranita Erlanti Harahap

Jumlah Pembaca