Lompat ke isi utama
x

Kemenag Terus Tingkatkan Kualitas Pembimbing Jemaah Haji Profesional

Sertifikasi

Bandung (PHU)--Jelang penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 Kementerian Agama melakukan berbagai persiapan di tanah air dan tanah suci. Salah satu persiapan yang dilakukan di tanah air adalah meningkatkan kualitas para pembimbing yang sudah tersertifikasi sesuai standar Kementerian Agama.

Demikian dikatakan Direktur jenderal Penyelenggaran haji dan umrah Nizar Ali saat menghadiri penyelenggaran sertifikasi yang dilakukan oleh Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon di Hotel Galeri Ciumbuleuit Bandung-Jawa barat, Rabu (12/02).

Acara dihadiri oleh Direktur Bina Haji Kementerian Agama RI Khoirizi, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Ajam Mustajam, Wakil Rektor IAIN Adib dan peserta yang berjumlah 55 terdiri dari unsur KUA, KBIH, Travel Haji dan Umrah.

Dikatakan Nizar, di tahun 2020 Kemenag akan fokus dalam pendalaman dan peningkatan ibadah haji jemaah Indonesia. Untuk mencapai hal itu, salah satu inovasi yang dilakukan adalah menghadirkan manasik sepanjang tahun bagi jemaah haji.

"Tentu yang harus dipersiapkan untuk manasik sepanjang tahun adalah kualitas dari pembimbing manasik haji. Mereka harus mumpuni melalui sertifikasi," ujar Nizar.

Nizar mengatakan sertifikasi sudah dilakukan sejak tahun 2011 lalu menjadi pembimbing manasik haji dan petugas ibadah haji harus melalui proses sertifikasi. Setelah melalui proses tersebut mereka diharap dapat memberikan pembinaan yang maksimal kepada jamaah haji.

Penyelenggaraan sertifikasi pembimbing manasik haji disebut sudah menjadi standar kerja sama antara Ditjen PHU Kemenag dengan IAIN dan UIN di seluruh Indonesia.

"Inovasi manasik sepanjang tahun ini juga mengharapkan pembimbing mempunyai akhlak yang baik, pengetahuan fiqih serta memahami regulasi yang berkaitan dengan haji bukan hanya sebatas selembaran yang mempunyai keabsahan sebagai pembimbing yang mempunyai sertifikat resmi dari Kementerian Agama, pembimbing harus tahu tanggung jawab yang diemban,” ujarnya.

Kepada KBIH yang ada di setiap daerah, ia menganjurkan untuk melakukan koordinasi dengan KUA setempat. Hal ini berkaitan dengan penyelenggaraan manasik haji dan harus diketahui bahwa yang menjadi tanggung jawab dalam pelaksanaan ibadah haji di wilayah adalah Kanwil Kementerian Agama Provinsi.

Dikesempatan yang sama, Direktur Bina Haji Khoirizi menegaskan akan menjadi sia-sia apabila kemampuan penguasaan materi tidak sejalan dengan akhlak yang baik yang dimiliki pembimbing ibadah haji.

"Sehebat apapun kemampuan menguasai materi haji namun jika akhlak tidak diutamakan maka akan sia-sia, keberhasilan pelaksanaan ibadah haji tahun ini ada ditangan bapak-bapak, gagal menentukan orang maka tanggung jawab bapak-bapak dihadapan Allah nantinya," tegasnya.

Ia juga mengatakan jangan sampai banyaknya jumlah pembimbing namun minim dalam kualitas, kualitas pembimbing yang baik menjadi jaminan dalam pelayanan bimbingan manasik haji kepada Jemaah tentu semua sesuai standar yang telah dikeluarkan Kementerian Agama.

"Jumlah pembimbing juga harus sebanding dengan kualitas bimbingan sebagai jaminan kepada pelayanan kepada jemaah haji," terangnya.

Sementara Kepala Bidang PHU Kanwil Jawa Barat Ajam Mustajam menyampaikan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 8 Tahun 2019 pasal 3 ayat b, menyebutkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji dan umrah bertujuan mewujudkan Kemandirian dan ketahanan dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

“Sesuai dengan undang-undang kita setidaknya mampu memahami dengan jelas bahwa seorang pembimbing menjadi salah satu acuan dan tentu dalam sertifikasi ini bertujuan mendapatkan sumber daya manusia yang memiliki profesionalitas dan mampu berkompetensi," ujar Ajam.

Perwakilan dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengapresiasi dan menyambut gembira karena dipercaya Ditjen PHU untuk melatih para pembimbing haji.

“Karena kami sudah di percaya sehingga kami harus mempersiapkan para pembimbing yang profesional dan berakhlak tentu dalam pelaksanaannya selalu ada perkembangan terkait teknis yang perlu disampaikan dalam pembekalan, karena haji itu tidak hanya rukun saja, tapi ada juga terkait pelayannya dan kami akan melaksanakan dengan sebaik-baiknya," Tandasnya.

Penulis
Ranita Erlanti Harahap
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca