Lompat ke isi utama
x

Pengurus KBIHU Diminta Wujudkan Kemandirian dan Ketahanan Jemaah Haji

bt

Bukittinggi (PHU)--Sub Koordinator Identifikasi dan Pemetaan Masalah Haji Subdit Advokasi Haji Kementerian Agama Mahmudi Affan Rangkuti mengajak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan jemaah haji secara baik dan maksimal

Hal itu diungkapkan Affan sapaan akrabnya saat kegiatan pembinaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) se-Kota Bukittinggi, Selasa (23/08).

Kegiatan ini bertempat di Dapua Sultan Hotel Sultan Syari'ah Parik Putuih Ampang Gadang Kabupaten Agam.

Selain itu, Ia juga meminta KBIHU untuk memahami histori munculnya KBIHU, karena menurutnya diakomodirnya KBIHU dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2019 yang merupakan suatu penghargaan.

"Selayaknya KBIHU sebagai mitra penerintah setidaknya melakukan 5 hal yaitu Pembinaan, Pelayanan, Perlindungan, mewujudkan Kemandirian dan meingkatkan Ketahanah jamaah secara baik dan maksimal," ujarnya.

Disamping hal di atas kata Affan, bagaimana KBIHU juga berperan membantu memotivasi jemaah haji dalam melestarikan kemabruran haji yang tergambar dari keshalehan pribadi, keshalehan sosial.

Lebih lanjut Affan mengungkapkan bahwa pemerintah sangat memperhatikan KBIHU dari segi regulasi terjadi penyempurnaan ke arah yang lebih baik. Pemerintah selalu berupaya meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji, disisi lain dari fenomena fenomena yg terjadi ada PR bersama.

"Bagaimana proses pemahaman hikmah haji, seperti apa haji yang berkualitas, bagaimana menjaga atau melestarikan kemabruran haji diberikan kepada jemaah kita. Dengan arti kata  pelayanan Rohani jemaah lebih di perhatikan, kualitas ibadah jemaah lebih di ditingkatkan dan Dakwah haji dilakukan secara masif tidak hanya sewaktu musim haji atau saat khutbah Idul adha saja," jelas Affan yang juga menjabat Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji ini.

Ia juga menyampaikan penyelenggaraan haji tahun 2022 ini adalah yang terbaik dari tahun sebelumnya dan tantangan bagi semua termasuk KBIHU untuk mempertahankan di tahun-tahun mendatang.

"Kesan saya terhadap penyelenggaraan haji tahun ini adalah tahun ini jemaah tidak bisa memegang Ka'bah apalagi dicium dan pada tahun ini pelayanan dan kepuasan jemaah cukup tinggi," pungkasnya.

bt

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Bukittinggi Tri Andriani Djusair dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini di laksanakan sebagai upaya memaksimalkan peran dan fungsi KBIHU sebagai mitra pemerintah dalam mengemban amanat  Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019.

"Diantaranya memberikan pelayanan, pembinaan , bimbingan kepada jemaah Haji dan Umrah di Kota Bukittinggi," jelas Tri.

Kepala Kemenag Kota Bukittinggi Eri Iswandi dalam sambutannya menyampaikan selamat datang di Kota Bukittinggi dan terimakasih kepada narasumber yang telah bersedia meluangkan waktunya ditengah-tengah tugas dan kesibukan sekaligus  memaparkan terkait keberadaan KBIHU Kota Bukittinggi.

"KBIH di Bukittinggi ada 4 yaitu KBIHU Birugo, KBIHU Mesjid Raya, KBIHU Masjid Assyifa' dan KBIHU Ikhwanul Haji. Mudah-mudahan kehadiran bapak Affan dapat membran pencerahan sekaligus bisa berbagi ilmu terkait bagaimana layanan dan informasi serta pembinaan yang dilakukan bersama KBIHU terhadap jemaah pasca Haji dan yang akan berangkat menunaikan ibadah haji," harapnya.

Sementara itu, Sub. Kordinator Haji Reguler dan Advokasi Haji Zilwadi mengajak peserta untuk mengali lebih dalam informasi terkait pelayanan jemaah dan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait pelayanan kepada jemaah.

Turut hadir Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat diwakili Sub. Kordinator Haji Reguler dan Advokasi Haji, H. Zilwadi sekaligus membuka acara secara resmi.

Kegiatan ini di ikuti oleh 16 orang  dari unsur KBIHU dan 4 org dari Kemenag Kota Bukittinggi.

Penulis
Syafrial
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca