Lompat ke isi utama
x

Seleksi Petugas Haji Tahap II, Dirjen PHU : Kemenag Tindak Tegas Peserta yang "Hengki Pengki"

CAT BDG

Bandung (PHU)--Kementerian Agama menggelar seleksi petugas haji tahap kedua serentak seluruh Indonesia pada Kamis, (13/02) seluruh petugas yang lulus nantinya akan mendampingi para tamu Allah ketika berada di tanah suci.

"Tujuan seleksi ini untuk memperoleh petugas haji yang memiliki amanah, tanggung jawab, dan kebersamaan dalam melayani tamu Allah di tanah suci," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar dalam pembukaan seleksi petugas haji yang diadakan di Bandung-Jawa Barat. 

Ia menyampaikan calon petugas dalam tahap ini harus serius dalam mengerjakan soal dengan menggunakan Computer Asested Test (CAT).

“Ikuti dengan sebaik-baiknya tes CAT ini namun saya ingatkan jangan ada yang coba-coba bermain mata, saya benar-benar berharap tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dalam perekrutan petugas jika ada yang kedapatan atau ketahuan “hengki-pengki” bermain mata maka Kementerian Agama dalam hal ini Inspektorat Jenderal akan menindak tegas dan harus diingat kita akan melayani tamu Allah jika sudah dari awal banyak kecurangan maka bagaimana nanti kita dapat melayani tamu Allah dengan benar,” tegasnya.

Seleksi tahap kedua ini menggunakan sistem Computer Asested Test (CAT) dengan ponsel Android yang terkoneksi aplikasi CAT. CAT terdiri dari 100 soal pilihan ganda, dengan komposisi soal terdiri dari Pengetahuan Umum dan Regulasi Perhajian; Pengetahuan Manasik Haji, dan Pengetahuan Bidang Tugas. Proses seleksi akan berlangsung selama 60 menit.

Guru Besar Universtitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta ini juga mengatakan petugas harus disiplin dan komitmen sejak awal dimulai dari berada di tanah air prilaku akan dibawa ke tanah suci.

“Sebagai manusia kita harus memiliki disiplin pada diri sendiri serta tanggung jawab, komitmen sebagai petugas harus mampu diterapkan jangan membawa ego pimpinan ketika di tanah air ke bawa hingga ke tanah suci sekali lagi kita adalah pelayan tamu Allah. Jika nanti lulus catatan penting lainnya yaitu petugas kloter harus menyatu dengan petugas non-kloter, harus ada terintegras satu sama lain dalam berkomunikasi semua bertujuan satu mendapat ridho dari Allah melayani tamu Allah, kita semua sama pelayan tamu Allah," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama Direktur Bina Haji Khoirizi mengatakan, pilihan menggunakan sistem CAT menjadi ikhtiar Kemenag agar proses seleksi berjalan transparan dan akuntable, serta terhindar dari praktek kolusi, korupsi, dan nepotisme.

"Tahun ini, CAT bahkan sudah dilakukan sejak tahap pertama di tingkat kab/kota," ujarnya

Proses seleksi ini, kata Khoirizi juga diawasi oleh tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Kami membutuhkan petugas yang mempunyai komitmen dalam membina, melayani, dan melindungi jemaah, serta memiliki wawasan keagamaan yang moderat.

Sebagai bentuk keseriusan dalam penyelenggaraan seleksi, seluruh pejabat eselon I, II, III Ditjen PHU bersama tim Itjen Kemenag turun ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan seleksi berjalan transparan dan akuntabel.

Seleksi tingkat provinsi diikuti sekitar 2.638 peserta. Mereka akan memperebutkan 1.014 Panitia Penyenggara Ibadah Haji (PPIH) kelompok terbang atau kloter, terdiri dari ketua kloter dan pembimbing ibadah kloter. Selain itu, ada juga 305 kuota PPIH Arab Saudi.

Plt Kakanwil Kemenag Jabar Hardiman Romdoni mengingatkan agar peserta meluruskan niat karena petugas haji adalah pelayan tamu Allah. Mereka bertugas dibiayai negara untuk melayani, membimbing, dan melindungi jemaah haji agar dapat melaksanakan rukun dan wajib hajinya.

Seleksi petugas haji tahap kedua atau tingkat Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat diikuti 364 peserta, terdiri dari 195 calon Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), 139 Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan 30 Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang dilaksanakan di Garden Permata Hotel, Bandung.

Penulis
Ranita Erlanti Harahap
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca