Jakarta (PHU)---Anggapan sebagian orang tentang stigma negatif asrama haji belum sepenuhnya hilang. Ada sebagian masyarakat yang menganggap fasilitas asrama haji seperti barak. Mereka membayangkan kalau ruang tidur asrama haji dijejali puluhan ‘dipan reot’ dan perangkat kamar yang tua dimakan usia. Sebagian lain berasumsi bahwa tempat tidur di asrama haji berupa jajaran ranjang besi bertingkat. Toilet yang ada jauh dari kata bersih, banyak kerak menempel di gayung, bak air, dan peralatan lain di kamar mandi.

Itu dulu, ya sudah dulu sekali. Asrama haji jaman dulu memang jauh dari kata nyaman untuk menginap. Tapi siapa sangka, asrama haji kini sudah bermetamorfosis menjelma menjadi ‘hotel berkelas’. Sudah tidak tampak lagi bangunan tua dengan cat memudar yang lama tidak diganti. Asrama haji ‘jaman now’ sudah mampu memberikan pelayanan semewah layanan hotel berbintang.

Gedungnya megah, fasilitasnya cukup wah. Dengan tampilan warna cerah, asrama haji di berbagai daerah kini menjadi primadona masyarakat bahkan banyak traveler yang memilih menginap di asrama haji.

Bagaimana tidak menjatuhkan pilihan menginap di asrama haji? Selain layanan yang diberikan selevel dengan hotel, harga lebih murah, tempatnya bersih, nyaman, parkir luas, dan yang paling penting bernuansa Islami. Kesan Islami tidak hanya dari nama asrama haji, tapi gedung-gedung penginapan dan aula asrama haji juga mayoritas identik dengan istilah-istilah Arab. Sebut saja gedung Arafah, Mina, Muzdalifah, dan berbagai jenis penamaan lain.

Asrama haji tidak hanya digunakan oleh jemaah haji. Sebagai asset negara, asrama haji dapat disewa masyarakat umum untuk kegiatan yang bersifat individu maupun kegiatan sosial keagamaan Islam. Banyak masyarakat memanfaatkan asrama haji untuk hajatan perkawinan dan kegiatan lainnya.

Selain itu, masyarakat yang akan melaksanakan ibadah umrah dapat pula menggunakan untuk bimbingan manasik. Mereka dapat belajar bagaimana cara ibadah umrah dengan fasilitas yang lengkap di asrama haji. Dapat pula ‘belajar menginap’ di hotel Arab Saudi dengan menggunakan kamar dan fasilitas asrama haji yng telah didesain seperti hotel-hotel di Saudi.

Di asrama haji Palembang dan Makasar bahkan telah dilengkapi mock up pesawat. Keberadaanya tidak hanya digunakan sebagai media pembelajaran manasik perjalanan haji dan umrah, tetapi dapat pula digunakan sebagai wahana edukasi bagi anak sekolah. Mereka bisa mengetahui bagaimana rasanya berada di dalam pesawat. Selain seat yang telah di¬setting persis dengan pesawat sugguhan, juga disediakan toilet (lavatory) standar pesawat terbang.

Proyek revitalisasi asrama haji terus berlanjut demi pemenuhan fasilitas dan mengistirahatkan bagungan-bangunan tua. Ratusan milyard rupiah telah digelontorkan pemerintah untuk terus membangun dan mempercantik wajah asrama haji. Hehe…asrama haji jaman now memang sudah bikin kita wow. (ab/ab).


Scroll to Top