Hajisianan (Sinhat)--Saat itu, pada era tahun 1990-an kenyataan di lapangan masih terdapat adanya calon jemaah haji yang belum memahami dengan baik tentang permasalahan yang dihadapi. Baik dari segi prosedur pendaftaran maupun tatacara perjalanan ibadah haji dan tatacara peribadatannya sesuai dengan manasik haji.

Selain itu adanya keinginan keluarga calon jemaah haji di tanah air untuk mengetahui posisi dan kondisi di tanah suci. Untuk itulah dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kelancaran pelaksanaan ibadah haji maka peranan informasi sangat menentukan keberhasilan dan kesempurnaan ibadah haji. Muncullah ide dan gagasan untuk membentuk sebuah media informasi haji dalam memberikan edukasi dan informasi tentang perhajian yang dinamakan Pusat informasi Haji (PIH).

Ide pembentukan PIH ini sebenarnya sudah muncul sejak penyelenggaraan haji yang dilaksanakan secara terpadu dan pelayanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi oleh Muassasah Thawafah (Asosiasi para syekh di Makkah) pada tahun 1985. Penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun memberikan pengalaman yang cukup berharga, terutama dengan adanya peristiwa musibah Terowongan Al Muaisim Mina pada tahun 1990. Pada waktu itu seluruh bangsa Indonesia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya memberikan perhatian khusus tentang penyelenggaraan haji.

Pengalaman itulah membuat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji kala itu memprakarsai ide pembentukan PIH. Kemudian mengadakan konsultasi dengan Departemen Penerangan dan Pengelola Pusat Informasi Nasional (PIN) yang selanjutnya berubah menjadi Lembaga Informasi Nasional (LIN). Dalam pertemuan Tanggal 1 September 1992 dikeluarkan rekomendasi berdirinya PIH. Menteri Penerangan saat itu memberikan dukungan kepada Menteri Agama hingga akhirnya diterbitkan Keputusan Menteri Agama Nomor 271 Tahun 1992 tentang Pembentukan Pusat Informasi Haji.

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama tersebut, PIH akan dibentuk di tingkat provinsi dan kabupaten kota seluruh Indonesia secara bertahap. Untuk tahap pertama dibentuk PIH di embarkasi Haji Medan, Makassar, Surabaya, Jakarta dan Bekasi. Peresmian Gedung PIH tersebut dipusatkan di Gedung PIH Asrama Haji Pondok Gede oleh Menteri Agama Munawir Sjadzali dan Menteri Penerangan Harmoko pada Tanggal 23 Februari 1993. Sampai dengan tahun 2005 sebagian besar provinsi sudah memiliki PIH walaupun gedungnya masih menyatu dengan Asrama Haji dan Kantor Wilayah Departemen Agama. Namun tidak sedikit gedung PIH yang telah berdiri sendiri seperti Batam, Riau, Balikpapan dan Kaltim diluar dari pembentukan PIH tahap pertama. (Tim Pengelola Informasi Haji/ar)

  • Komentar

1 Comments:

  1. Avatar Ust.Syamsul Huda,SPd.I
    Ust.Syamsul Hud...Apr 21, 2015 09:07 AM

    Kami sebagai Jamaah Haji sangat bangga dengan kinerja Dirjen Haji Kemenag RI yang selalu meningkatkan pelayanan Jamaah Haji maupun Umroh dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Generasi II sebagai pengganti Siskohat generasi pertama, sehingga akses pelayanan yang terhubung dengan jaringan Bank Penerima Setoran (BPS) semakin membaik.

    Umroh Online Multazam mengucapkan Selamat Berpuasa 1436H dan Selamat Hari Raya Idul Fitri Minal Aidzin Wal Faizin

    Selamat Berpuasa

     


Scroll to Top