Asrama Haji Potensial Bermitra Dengan PPIU

Ditulis oleh Abdul Basyir pada Kamis, 20 Juni, 2019

Yogyakarta (PHU)---Pengelolaan asrama haji di luar musim haji sangat potensial untuk mengembangkan layanan dan meningkatkan pendapatan. Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim, mewacanakan perubahan nomenklatur asrama haji menjadi asrama haji dan umrah agar jemaah umrah juga dapat memanfaatkan fasilitas asrama haji.

"Undang-Undang haji sudah berubah menjadi Undang-Undang Penyelenggaraan Haji dan umrah, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji sudah menjadi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah. Bisa jadi Asrama Haji diubah menjadi Asrama Haji dan Umrah," kata Arfi mengawali materinya pada Evaluasi Pelaksanaan Anggaran SBSN Tahun 2019 di Yogyakarta, Kamis (20/6/2019).

Arfi menuturkan bahwa asrama haji memiliki potensi sangat besar dalam memberikan pelayanan kepada jemaah umrah. Dilihat dari kebutuhan dan jumlah jemaah umrah di Indonesia, asrama haji harus mampu merebut pasar.

"Jemaah umrah butuh bimbingan manasik sebelum berangkat umrah. Mereka juga butuh akomodasi jelang keberangkatan. Asrama haji harus bisa bersinergi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) melalui pendekatan bisnis," terang Arfi.

Dijelaskan oleh Arfi jumlah jemaah umrah tiap tahun terus meningkat. Pada tahun 1439H jumlah jemaah umrah Indonesia lebih dari 1 juta orang dan kemungkinan bertambah kembali di tahun ini.

"Selain jumlah jemaah yang sangat besar waktu layanan kepada jemaah umrah juga lebih lama. Asrama haji bisa kerjasama dengan PPIU selama 9 bulan di luar musim haji," kata Arfi di depan peserta yang sebagian dari UPT Asrama Haji.

Arfi juga mendorong peningkatan peran Kanwil Provinsi dan Kankemenag Kabupaten/Kota dalam pembinaan umrah di daerah. Kewenangan pembinaan umrah di daerah juga merupakan amanat Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 8 Tahun 2018.

"Dalam pengawasan dan pembinaan PPIU dan PIHK, Kanwil dan Kemenag akan lebih mudah bila layanan bimbingan manasik dilakukan di asrama haji," tutur Arfi.

Arfi mencontohkan pelaksanaan bimbingan manasik umrah di Gorontalo telah rutin dilakukan di asrama haji. Apalagi asrama haji yang memiliki mockup pesawat seperti di Palembang dan Makassar sangat diminati jemaah umrah untuk manasik perjalanan.

Terkait proyek SBSN dalam pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), Arfi meminta agar dirancang benar-benar terpadu. Layanan juga diminta Arfi bukan sekedar administratif.

"Upayakan layanan PLHUT dapat dimanfaatkan untuk bimbingan manasik jemaah haji dan umrah," tandasnya. (ab/ab).


Scroll to Top