Bersama Jemaah, Menag pun Antre di Kamar Mandi Mina

Ditulis oleh anggoro husni pada Rabu, 14 Agustus, 2019

Mina (PHU)—Ada pemandangan yang tidak bias saat berada di salah satu deretan kamar mandi di tenda jemaah haji Indonesia di Mina. Pria berbaju muslim (koko) berwarna hitam bersarung jarik batik berjejer antri dengan beberapa Jemaah haji lainnya yang juga ingin ke kamar mandi.

Dialah Menteri Agama yang juga sekaligus Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin, Saat itu Menag Masuk antrian pukul 04.20 waktu Arab Saudi (WAS) , Menag dapat giliran masuk kamar mandi jam 04.45 WAS.

“Itu menteri ya? Ikut antri juga,” kata Budi, jemaah asal Kalimantan Selatan yang tergabung dalam kloter 19 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 19) saat melihat Menag sedang antri di kamar mandi Mina, Selasa (13/08) pagi.

Selain Budi, ada juga Mulyono yang kebetulan berada di depan barisan Menteri Agama. Tahu kalau ada Menteri di belakangnya, Mulyono berusaha mempersilahkan orang nomor satu di Kementerian Agama itu untuk maju terlebih dahulu. 

Beberapa jemaah mengenali dan mempersilahkan untuk maju lebih dulu, tapi Menag memilih menunggu. Antri sesuai barisan kedatangan.

“Saya tidak enak. Lalu saya persilahkan. Tapi beliaunya tidak mau. Mintanya sesuai antrian saja,” tutur Mulyono asal Majalengka yang tergabung dalam kloter 75 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 75).

Sebenarnya, ada 28 kamar mandi khusus pria di tenda dekat misi haji Indonesia. Namun, banyaknya jumlah jemaah yang tinggal di Maktab tersebut, menyebabkan antrian panjang menjadi pemandangan yang biasa terlihat, utamanya jelang waktu shalat. Jelang subuh menjadi waktu dengan antrian terpanjang.

Lebih lima tahun menjabat menteri, Lukman terus mendorong Saudi untuk meningkatkan kualitas layanan di Mina, utamanya terkait tenda dan kamar mandi (toilet). Terbaru, saat bertemu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad bin Salih Banten, serta Gubernur Makkah Khalid Al Faishal bin Abdul Aziz, Menag kembali menegaskan pentingnya percepatan renovasi Mina agar tenda dan kamar mandi lebih memadai. (mch/ha)


Scroll to Top