INFO

  • SELAMAT DATANG DI WEBSITE DIREKTORAT PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH KEMENTERIAN AGAMA

Buka Pembekalan Petugas Haji, Menag Ajak Sikapi Positif Tambahan Kuota

Ditulis oleh Abdul Basyir pada Rabu, 24 April, 2019

Jakarta (PHU)---Pembekalan petugas haji yang tidak menyertai jemaah haji (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi) atau biasa disebut petugas Non Kloter resmi dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada Selasa (23/4/2019) malam. Bertempat di asrama haji Pondok Gede Jakarta lebih dari 1.000 orang petugas haji mengikuti pembekalan terintegrasi selama 10 hari ke depan.

Usai pembukaan, Menag memberikan keterangan kepada pers terkait dengan pelaksanaan pembekalan petugas haji serta tambahan kuota haji. Dia juga bersyukur pembekalan petugas haji dimulai lebih awal.

“Alhamdulillah baru saja dilaksanakan pembukaan pembekalan terintegrasi bagi petugas Haji Arab Saudi tahun 2019. Jadi seluruh yang hadir di sini adalah mereka-mereka yang nanti akan menjadi petugas haji di Arab Saudi,” kata Menag di Jakarta, Selasa (23/4).

Menag menegaskan bahwa 1.150 peserta yang mengikuti pembekalan akan melayani seluruh jamaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi. Mereka akan ditempatkan di tiga Daerah Kerja (Daker). Ada yang akan bertugas di Daker Makkah, Daker Madinah, dan Daker Bandara meliputi Bandara Madinah dan Bandara Jeddah.

“Jadi sampai dengan 2 Mei nanti selama 10 hari mereka akan mendapatkan berbagai macam materi pembekalan dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan. Tidak hanya pengetahuan wawasan tapi juga keterampilan mereka sebagai petugas haji yang hakekatnya adalah melindungi,melayani, dan membina seluruh jamaah haji Indonesia,” tegasnya.

Menag juga menekankan bahwa menjadi petugas haji merupakan tantangan besar. Terlebih pada tahun ini kuota haji Indonesia ditambah sehingga jumlah jemaah haji yang harus dilayani akan semakin bertambah.

“Tantangannya tidak sederhana karena penambahan 10.000 itu jumlahnya cukup besar apalagi jemaah haji kita memang awalnya sudah sangat besar 221.000 sekarang ditambah 10.000 menjadi 231.000 orang,” ujar Menag menambahkan penjelasannya.

Meski begitu, Menag mengajak seluruh petugas untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Dia beranggapan bahwa penambahan kuota dimaknai secara positif.

“Saya mengajak seluruh petugas untuk memaknai penambahan ini bukanlah kendala, bukanlah beban, tapi ini ada alat penambah ladang amal bagi kita semua sehingga kita semakin besar semakin luas semakin banyak memberikan pelayanan kepada tamu-tamu Allah di rumahnya di waktu-waktu yang sangat istimewa,” tandasnya. (ab/ab).


Scroll to Top