Cerita Jemaah Haji Indonesia yang Disambut Putra Raja Salman

Ditulis oleh anggoro husni pada Rabu, 17 Juli, 2019

Madinah (PHU)--Sekitar pukul 12.30 waktu Arab Saudi (WAS), pesawat Garuda Indonesia yang membawa jemaah haji asal Embarkasi Jakarta Kloter JKG-11, mendarat di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, pada Minggu (14/07).

Hamparan karpet merah, tentara bersenjata dan sejumlah pria bersorban, gambaran pertama yang dilihat Manarul Hidayat (27 tahun) dan Ahmad Jurjani (38 tahun), saat masuk ke jalur pemeriksaan Makkah Route.

Mereka adalah dua dari ratusan jemaah kelompok terbang (kloter) 11, Embarkasi Jakarta Pondok Gede, yang disambut langsung Putra Raja Salman, Pangeran Faishol bin Salman bin Abdulaziz Bin Saud.

Manarul kembali mengenang perjumpaan dengan sang pangeran. Saat seorang pria berjubah berbicara dalam Bahasa Arab dan memberikan kode bersalaman kepada jemaah yang datang, di jalur pemeriksaan.

Saat mendekati jalur x-ray, dia mendengar langsung seorang pria berjas, yang ternyata adalah Dubes Indonesia Agus Maftuh memberitahu jika di sebelahnya merupakan putra Raja Salman.

"Pertama kali masuk tegang, kok ada tentara bawa senjata. Terus ada pria berjubah bicara bahasa Arab dan kasih kode buat salaman. Ya salaman aja, terus ada yang bilang juga ini putra raja, menyambut. Bangga banget gak nyangka, luar biasa," kata Manarul Hidayat memperlihatkan wajah semringah saat Tim Media Center Haji (MCH) menemuinya di Hotel Royal Al Saad, Senin (15/07).

Dia menyangka jika pengawalan ketat adalah buat pemeriksaan jemaah. Tetapi ternyata ada penyambutan dari orang yang tak mereka sangka.

Sambutan hangat ucapan selamat datang dan salam berbahasa Arab disampaikan pangeran kepada dirinya. Jabatan tangan pun terjadi di antara keduanya.

"Beliau bilang Ahlanwasahlan ila Madinatul Munawaroh. Kemudian mengucapkan Assalamu'alaikum, mabruk dan saya sambut juga. Wangi dan jubahnya terlihat mewah," ujar Manarul menggambarkan pertemuan berkesannya.

Keterkejutan yang sama turut diungkapkan Ahmad Jurjani. Semua berlangsung secara tiba-tiba.

"Kami benar-benar beruntung bisa bersalaman dan melihat langsung sosok Pangeran Arab Saudi yang tinggi dan gagah. Rasanya, saya jadi tidak mau cuci tangan dulu," ujar Ahmad Jurjani, warga Bojongrenget, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, sambil tertawa renyah.

Dia juga masih mengingat kata-kata ucapan salam Pangeran Faishol. "Saya ingat betul kata-kata yang diucapkan pangeran," kata salah satu ketua rombongan (karom) ini.

Dia memperkirakan proses penyambutan berlangsung sekitar 30 menit. Saat keluar gedung pemeriksaan, Ahmad juga melihat deretan mobil mewah dan hamparan karpet. Ini diduga kendaraan yang dipakai membawa Pangeran Faishol.

Meski tak sempat bersalaman langsung, Ketua Kloter Jemaah Haji JKG-11 Suherman mengaku ikut bangga jika rombongan jemaah hajinya disambut Putra Raja Salman.

Bahkan ini sempat menjadi perbincangan antar mereka saat di hotel. "Saya juga lapor ke pimpinan saya kalau kami disambut sama putra raja," ungkapnya.

Sedikit penyesalan dirasakan Suherman yang tak sempat salaman dengan putra raja. Itu karena dirinya harus mengurus jemaah yang sudah berada di luar jalur fast track.

"Saya sempat lihat sosok pangeran yang saat itu mengenakan jubah kuning muda. Saya juga melihat duta besar yang pakai setelah jas hitam dan berkopiah. Kami semua juga diberikan kurma jenis ajwa aliya. Saya rasa ini berkah tak tehingga buat jamaah Indonesia," kata Warga Cisauk, Tangerang, Banten.(mch/ha)


Scroll to Top