INFO

  • SELAMAT DATANG DI WEBSITE DIREKTORAT PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH KEMENTERIAN AGAMA

Dirjen PHU Tinjau Langsung Persiapan Bandara Kertajati Menjadi Embarkasi Dan Debarkasi

Ditulis oleh anggoro husni pada Minggu, 01 Desember, 2019

Majalengka (PHU) --- Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar dengan didampingi Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat A. Buchori dan Kasubdit Transportasi dan Perlindungan Jemaah Haji Reguler Nurchalis melakukan kunjungan kerja dalam rangka Peninjauan Kesiapan Penerbangan Jemaah Haji dan Umrah tahun 2020 dibandara Kertajati, Majalengka, Jumat (29/11).

Acara tersebut juga dihadiri Disperbud, Pemda Jabar, Pemda Majalengka serta instansi terkait.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar mengatakan bahwa persiapan Bandara Kertajati dalam rangka operasional haji rahun 2020 dan akhir bulan November akan ke Arab Saudi sekaligus bertemu dengan Menteri Haji Arab Saudi untuk melakukan penjajagan Bandara Kertajati menjadi embarkasi dan debarkasi haji tahun 2020.

"Sesuai mandatori dalam perjalanan ibadah haji perlu adanya asrama haji, kalau seandainya kita menggunakan kertajati dan belum adanya asrama haji di sini maka tetap akan dipakai asrama haji bekasi," ujarnya.

Biaya haji tahun 2020 sama dengan tahun 2019, jika nanti musti berangkat dari Bandara Kertajati tentu biaya biaya perlu dihitung dan biaya haji yang dibebankan langsung kepada jamaah itu tidak jauh berbeda dengan Bandara Soetta.

"Kalau tahun 2019 biaya yang digunakan transportasi darat dari asrama haji Bekasi ke bandara Soetta maka nanti perlu difikirkan lagi dari Bekasi ke Kertajati dan tentu biaya transportasinya perlu difikirkan apakah disiapkan oleh Pemda atau dinas perhubungan", kata Nizar.

Sementara itu Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis menambahkan terkait dijadikannya Kertajati menjadi embarkasi dan debarkasi, ada 2 hal yang perlu diperhatikan.

Pertama terkait ongkos operasional, paling tidak biaya operasional yang dibebankan kepada jemaah tidak jauh berbeda dengan menggunakan Bandara Soetta, jika biaya yang ditanggung jemaah jauh tentu ongkos sosial tidak ringan.

"Yang kedua, ongkos sosial, ongkos sosial itu akan berdampak jika terjadinya kenaikkan biaya transportasi darat jika dipindahkan, yang akan adanya persepsi seakan akan dipaksakan dan tidak berpihak kepada jemaah, karena jemaah akan dibebankan dengan biaya yang lebih," ujarnya.(ba/ha)


Scroll to Top