INFO

  • SELAMAT DATANG DI WEBSITE DIREKTORAT PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH KEMENTERIAN AGAMA

Gurihnya Rupiah Jemaah Umrah Bagi Pedagang Madinah

Ditulis oleh Abdul Basyir pada Minggu, 13 Oktober, 2019

Madinah (PHU)---Popularitas jemaah asal Indonesia sangat melekat pada hampir seluruh warga dan pedagang di Arab Saudi. Setiap bertemu dengan jemaah asal Indonesia mereka sering menyapa dengan ucapan "apa kabar" ada pula yang memuji dengan sapaan "Indonesia Bagus."

Sapaan dan persepsi positif bagi jemaah asal Indonesia bukan hanya karena keramahannya tapi karena kegemaran jemaah berbelanja. Mayoritas pedagang di Arab Saudi baik di Makkah, Jeddah, dan Madinah fasih berbahasa Indonesia. Mereka juga menerima pembayaran dengan mata uang Rupiah.

Salah satu pedangang oleh-oleh di sekitar masjid Nabawi, Ahmad Mahfood, mengaku sangat senang dengan jemaah Indonesia. Tiap hari ribuan riyal dia kumpulkan dari kantong jemaah asal Indonesia.

"Alhamdulillah, banyak jemaah Indonesia jadi pelanggan saya. Tidak kurang 8.000 riyal omzet yang saya dapatkan tiap harinya," ujar Mahfood yang sangat lancar berbahasa Indonesia saat ditemui di kios miliknya di Madinah, Sabtu (12/10/2019).

Mahfood yang asli Yaman tiap hari dibantu oleh tiga orang karyawan menjajakan dagangannya. Menurutnya kurma merupakan dagangan paling digemari oleh jemaah Indonesia dan jemaah lainnya.

"Kurma ajwa paling laris. Tiap hari saya bisa jual 300 kilogram. Selain itu kurma jenis lain juga cukup dicari jemaah Indonesia," lanjut Mahfood yang mengaku kurma dagangannya semua asli Madinah.

Selain kurma di dalam kios Ajwat Madinah milik Mahfood juga menjajakan aneka penganan lain. Terlihat aneka olahan coklat, kue, dan berbagai jenis kacang digelar di kios ukuran sekitar 3x3 meter yang telah menjadi lapaknya dalam delapan tahun terakhir.

"Kurma asli Madinah, kalau jenis kacang banyak dari Vietnam, Thailand, sayang tidak ada yang dari Indonesia," imbuh Mahfood yang telah beberapa kali berkunjung ke Indonesia tersebut.

Dia juga menuturkan bahwa bisnis yang telah dia geluti cukup menguntungkan. Selain berbisnis dia juga mengaku memiliki motivasi untuk sekedar berbagi kebahagiaan bagi para tamu Allah dan tamu Rasulullah.

"Kami ingin bisa membantu memberikan kebahagiaan jemaah dan keluarganya dengan oleh-oleh yang kami jajakan," tandasnya.

Salah satu jemaah umrah asal Grobogan Jawa Tengah bernama Anjar Supangat cukup terkesan dengan pedagang Madinah. Selain kemampuan mereka bahasa Indonesia juga harganya lebih bersahabat.

"Cara marketing mereka bagus dengan bahasa Indonesia serta menerima rupiah. Terutama masalah harga lebih murah dibandingkan tempat lain," tuturnya. (ab/ab).


Scroll to Top