INFO

  • SELAMAT DATANG DI WEBSITE DIREKTORAT PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH KEMENTERIAN AGAMA

Jemaah Ingin Makanan Berkuah, Menag : Utamakan Kehigienisan Makanan

Ditulis oleh anggoro husni pada Selasa, 28 Agustus, 2018

Madinah(PHU)--Jemaah haji yang masuk gelombang kedua akan bergeser dari Makkah ke Madinah pada Jumat (31/08). segala persiapan sudah mulai disiapkan Daerah Kerja (Dakèr) Madinah mulai dari penyiapan akomodasi, katering dan transportasi.

Berada di Madinah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun langsung meninjau beberapa penyedia jasa katering antara lain dapur katering Al Ahmadi dan Oriental Savory. Dalam kunjungannya Menag di dampingi Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Kepala Daker Madinah M. Khanif serta Kepala Seksi Katering Daker Madinah Dewi Gustikarini.

Menag Mengakui, banyak sekali masukan dari jemaah yang ingin sekali ada makanan yang berkuah dalam makanannya, khususnya sayur-sayur berkuah, untuk variasi. tapi persoalannya, tidak sesedehana itu. Pertama kuah itu dalam kemasan, itu harus kemasan khusus agar tidak tumpah. Kedua, makanan itu mudah basi, apalagi cuaca yang panas seperti ini, proses basi itu lebih cepat.

"Sebenarnya kita berupaya, beberapa jemaah meminta pemirintah Indonesia menyiapkan makanan yang berkuah, khususnya sayur-sayuran berkuah, untuk variasi. tapi persoalannya, tidak sesederhana itu," kata Menag di sela-sela kunjungannya. Senin (27/08).

Pemerintah terus berupaya untuk merealisasikan permintaan jemaah ini tanpa mengganggu kualitas makanan itu sendiri. bagaimanapun juga keselamatan jemaah harus diutamakan
"Prioritas utama kita adalah kehigienitas makanan itu, selain selera," ujarnya.

Hasil pantauan dua perusahaan penyedia jasa katering tersebut, Menag mengatakan kondisnya sudah cukup baik, relatif tidak ada masalah yang berarti.

Menag juga mengakui, pendiatribusian katering makanan ke hotel berbintang 5 awalnya cukup terkendala. Namun setelah ada pendekatan dan pernyataan tertulis, masalah ini dapat diselesaikan.

Untuk evaluasi katering ini, dirinya tidak mendapatkan laporan yang berarti sejauh ini masih lancar. Dirinya juga sempat menemukan keluhan-keluhan yang bersifat teknis tapi bisa diatasi.

"Jadi di Madinah ini berbeda dengan di Makkah, kalau di Makkah ini jemaah masa tinggalnya lama dan bisa diprediksi, jauh-jauh hari, di sini jemaah delapan hari paling lama delapan setengah hari dan harus berganti dengan jemaah lain," jelas Menag.

Faktor lain yang mempengaruhi distribusi makanan adalah keterlambatan maskapai penerbangan baik itu Garuda maupun Saudi Airline.

"Karena makanan itu kan harus disiapkan dan memiliki durasi waktu yang tertentu, kalau melampaui ini bisa basi, tapi biasanya keterlambatan pesawat itu kan di awal-awal kedatangan saja," pungkasnya.(mch/ha)


Scroll to Top