INFO

  • SELAMAT DATANG DI WEBSITE DIREKTORAT PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH KEMENTERIAN AGAMA

Jemaah Umrah Mulai Tiba di Arab Saudi

Ditulis oleh anggoro husni pada Kamis, 12 September, 2019

Madinah (PHU) - Jemaah umrah mulai tiba di Arab Saudi jelang selesainya operasional haji. Mereka tiba melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah maupun Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah.

Demikian diungkapkan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim Kamis (12/09). "Jemaah umrah datang sejak awal bulan Muharam," jelas dia.

Dia mengungkapkan, jika jemaah umrah yang datang bisa melalui dua kota, yakni Jeddah maupun Madinah. Hal itu bergantung pada paket yang ditawarkan agen perjalanan.

"Jadi mereka bisa ke Jeddah dan Madinah, tergantung jadwal paket," ungkap dia.

Terkait dengan umrah, Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan restrukturisasi ketentuan biaya visa ke Arab Saudi.

Dalam ketentuan baru ini, ditetapkan visa ke Arab Saudi dikenakan biaya sebesar 300 Riyal Arab Saudi (SAR) untuk seluruh tujuan, termasuk umrah.

Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Raja Salman tanggal 5 Muharram 1441H menindaklanjuti Keputusan Dewan Kementerian tanggal 4 Muharram 1441H.

"Dengan ketentuan ini, maka tidak ada lagi keharusan membayar visa progressif sebesar SAR 2.000 bagi jemaah yang pernah melaksanakan ibadah umrah pada periode tertentu," jelas Arfi sebelumnya.

Seluruh pengajuan visa umrah sekarang dikenakan biaya 300 SAR. Biaya ini khusus untuk pemvisaan, di luar biaya electronic service dan layanan lainnya.

Arfi mengatakan, Kementerian Agama menghormati keputusan Pemerintah Arab Saudi, karena itu sepenuhnya merupakan kewenangan kerajaan.

“Kita tentu menghormati kebijakan dalam negeri Pemerintah Arab Saudi, karena bagaimanapun ini merupakan hak mereka, seperti halnya negara lain yang menetapkan visa berbayar untuk memasuki negaranya,” ujar Arfi.

Evaluasi Harga Paket Umrah
Terkait ini, Kementerian Agama (Kemenag) meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk melakukan penyesuaian paket umrah yang telah dipasarkan secara proporsional.

“Namun, jangan menambahkan harga di atas biaya yang telah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi tesebut,” ujar Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim, seperti dikutip Kamis (12/9/2019).

Arfi menambahkan, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap besaran harga referensi yang telah ditetapkan sebesar Rp 20 juta. Jika dianggap perlu, besaran harga referensi tersebut akan segera disesuaikan.(mch/ha)


Scroll to Top