KBIH Multazam Gorontalo Tancap Gas Awali Manasik Haji

Ditulis oleh anggoro husni pada Minggu, 28 Januari, 2018

Gorontalo (PHU)-- Untuk melaksanakan ibadah haji berbagai persiapan harus dilakukan jauh-jauh hari. Termasuk di dalamnya adalah latihan (manasik) dalam menjalankan ibadah haji. Dengan manasik ini diharapkan saat berhaji nanti para jemaah telah mampu menjalankan ibadah haji hingga menjadi haji yang mabrur.

Tak terkecuali dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Multazam Gorontalo yang sudah memulai Manasik haji sejak berakhirnya musim haji tahun 2017 lalu.

Menurut Pimpinan KBIH Multazam Hj. Udja S.Adu setelah berakhirnya musim haji, Kelompok Bimbingannya (KB) langsung tancap gas untuk melaksanakan manasik haji, tidak hanya manasik haji saja yang dilaksanakan tetapi manasik untuk umrah pun dilaksanakan KB tersebut.

Untuk materi dan kurikukumnya, kata Udja, berasal dari Kementerian Agama (Kemenag) diantaranya rukun, syarat dan wajib haji sedangkan kurikulum dari pihaknya sendiri adalah amalan-amalan nanti untuk dimasjidil haram dan di Armina.

“Semua materi dan kurikulum dari Kemenag diantaranya rukun, syarat dan wajib haji sedangkan kurikulum kita sendiri adalah amalan-amalan nanti untuk dimasjidil haram dan di Armina,” kata Udja saat ditemui usai melaksanakan manasik haji dan umrah di Gorontalo. Minggu (28/1).

Menurut pengakuannya, yang membedakan KBIH Multazam dengan yang KB lainnya adalah karena KB ini usianya yang sudah lama dan punya lebih banyak pengalaman menangani haji dan umrah. Dari pengalaman-pengalaman tersebut dirinya menularkan amalannya kepada jemaahnya.

“Saya sendiri sebagai pimpinan nya punya pengalaman haji dan umrah yang banyak, maka dari dari pengalaman-pengalaman itu saya tularkan kepada jemaah sehingga apa yg saya jelaskan kepada jemaah bisa diamalkan,” ujarnya.

Frekuensi pelaksanaan manasik haji di KB ini adalah 31 pertemuan dan tentunya sudah ada kesepakatan antara jemaah dan pihak KBIH. Sejak pramanasik ada 8 kali manasik khusus, manasik khusus ini akan melatih Jemaah yang akan melaksanakan arbain

“Selama 8 kali tersebut itu sifat nya adalah simulasi dari hotel ke Masjid Nabawi dan juga akan diisi dengan manasik selama 8 hari,” ucap Udja.

Tahun ini, kata Udja, tercatat jumlah pendaftar sudah 280 orang yang akan berangkat dan tahun lalu 172 yang berangkat. Untuk pembimbing ibadah haji pihaknya sudah melakukan sertifikasi pembimbing ibadah haji.

“8 orang sudah ikut sertifikasi pembimbing jemaah haji,” jelasnya.
Lamanya mengikuti materi manasik haji sudah tentu akan membuat jenuh Jemaah calon haji yang mengikutinya. Pimpinan KBIH itu pun mencari trik agar Jemaah calon haji tersebut tidak merasakan kebosanan.

“Trik agar para Jemaah calon haji ini tidak merasa bosan dengan materi manasik adalah kami memberikan materi manasiknya dengan santai saya usahakan supaya tidak jenuh,” katanya.

Untuk mengantisipasi masalah kesehatan pihaknya juga menghadirkan dari puspindu (pusat pelayanan terpadu) penyakit tidak menular dari Dinas Kesehatan provinsi Gorontalo.

Salah satu peserta manasik haji, Joyce mengungkapkan persiapan melaksanakan manasik ini adalah niat, semangat dan keinginan karena dirinya sudah menunggu beberapa tahun, kemudian dia menuturkan bahwa materi-materi yang diajarkan pun sangat komprehensif dan detail.

“saya sudah dua kali umrah tapi tidak sedetail ini materinya,” kata Joyce

Hal serupa juga dikatakan peserta manasik haji lainnya, Joseph, dirinya mengatakan sejak awal manasik sudah diajarkan thawaf, said an saat ini materi yang dilaksanakan adalah I’tikaf.

“Malah sebelumnya saya tidak pernah tahu I’tikaf itu apa,” ujar Joseph

Materi yang disajikan, kata Joseph berkisar hikmah haji, tata cara sai, syarat dan rukun haji dan umrah.

Sementara itu Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Gorontalo Mahmud Yunus Bobihu mengatakan pelaksanaan manasik di KBIH Multazam ini sangat istimewa karena dihadiri oleh Sekretaris Ditjen PHU Muhajirin Yanis.

“Tentunya Pak Sekeretaris akan memberikan informasi-informasi terbaru terkait penyelenggaraan haji dan umrah,” kata Mahmud.

Dikesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen PHU Muhajirin Yanis meminta agar Jemaah calon haji dari Gorontalo dapat mempersiapkan fisik jelang puncak haji. Muhajirin juga sempat bertanya kepada para peserta manasik, untuk memilih fase pemberangkatan nantinya bagi Jemaah calon haji asal Provinsi Gorontalo.

“Tergantung Pak Kanwil, Pak Kabid dan Jemaah haji Gorontalo mau diberangkatkan pada gelombang I atau gelombang II?,” pinta Muhajirin.

Akhirnya Muhajirin menjelaskan alasannya Jemaah calon haji Gorontalo masuk kedalam pemberangkatan gelombang II. Karena perhitungannya adalah kalau gelombang II itu saat di Makkah sudah terlalu padat tapi fisik masih menggebu, sehingga dirinya meminta Jemaah haji untuk menghadapi yang tersulit terlebih dahulu sampai puncak Arafah Mudzalifah dan Mina (Armina)

“Kalau kita sudah selesai itu nanti dimadinah kita mau arbain atau tidak itu tidak jadi masalah karena kita sudah melewati puncak haji,” ucap Muhajirin.

“kalau gelombang I tenaga kita sudah habis untuk arbain dan nnati dimakkah akan diajak umrah terus sehingga diarmina sudah tidak punya kekuatan lagi,” sambungnya.(ha/ha)


Scroll to Top