INFO

  • SELAMAT DATANG DI WEBSITE DIREKTORAT PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH KEMENTERIAN AGAMA

Kemenag Fokuskan Peningkatan Kualitas Ibadah Haji di Tahun 2020

Ditulis oleh anggoro husni pada Rabu, 04 Desember, 2019

Jakarta (PHU) --- Kementerian Agama mencanangkan pada tahun 2020 ini adalah harus dijadikan tahun peningkatan kualitas ibadah atau manasik haji bagi jemaah haji Indonesia.

Plh. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Maman Saepulloh mengatakan saat ini pelayanan ibadah haji sudah semakin bagus bahkan pada puncaknya tahun 2019 kemarin sudah mencapai yang cukup bagus sehingga tentu secara ibadahnya kebutuhannya harus ditingkatkan dengan sebaik-baiknya, agar pelayanan kepada jemaah haji ke depan dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas lagi.

"Direktorat Jenderal penyelenggaraan haji dan umrah sudah melakukan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji," kata Maman pada acara Sosialisasi Program Peningkatan Kualitas Manasik Haji Tahun 1441H/2020M di Jakarta. Rabu (04/12).

Menurut Direktur Pengelolaan Dana Haji dan SIHDU ini, pada evaluasi tersebut ada hal-hal yang dapat dicermati dan dikembangkan ke depan antara lain tentang bimbingan manasik haji yang lebih bagus kedepannya.

"Alhamdulillah kemarin layanan dalam negeri haji yang dirilis oleh Badan Litbang Kementerian Agama ini sudah bagus, jadi pelayanan dalam negeri dengan luar negeri yang sudah sinkron sudah bagus," ujarnya.

Bahkan hasil rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) tentang pelayanan luar negeri ini sudah baik."Saya memantau dan monitoring di kabupaten di Kota Depok tentang layanan pendaftaran, alhamdulillah sudah cukup bagus," ujar Maman.

Hal ini, kata Maman, karena ada pembangunan gedung pelayanan Haji Satu Atap di beberapa daerah dan sudah dibangun tahun 2019 ada 18 daerah dan tahun 2020 direncanakan akan ditambah lagi.

Dia berharap pelaksanaan ibadah haji terus berjalan dengan sebaik-baiknya, berjalan aman, tertib, lancar dan menjunjung tinggi semangat keadilan transparan dan akuntabel, sebagaimana azas penyelenggaraan haji yang amanah.

Perubahan Undang-undang Penyelenggaraan Haji dan Umrah ini mempunyai pengaruh berdasarkan perkembangan perkembangan dan dinamika serta tuntutan masyarakat, akan pentingnya layanan pembinaan dan perlindungan terhadap Jemaah itu sendiri.

"Seingat saya undang undang haji sudah 3 kali mengalami perubahan pertama, Undang-undang Nomor 17 Tahun 1999, kedua Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008, dan Undang Undang No 8 Tahun 2019," imbuhnya.

Maman berpendapat, jemaah haji juga berhak mendapatkan bimbingan manasik haji dan material lainnya baik di tanah air, dalam perjalanan dan selama di Arab Saudi.

"Jadi nanti bimbingan kepada jemaah itu tidak hanya di tanah air,akan tetapi mulai dari asrama haji, kemudian selama di perjalanan bahkan di sektor-sektor ada bimbingan dan disiapkan pembimbingnya," ujarnya.

Dia berpesan, dengan semakin baiknya pelayanan haji, Kemenag tidak boleh terlena dan membusungkan dada atas prestasi yang akan dan telah dicapai selama ini.

"Kita masih melihat beberapa titik lemah yang perlu segera kita sikapi bersama dalam catatan kami penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019 pada saat operasional di Arab Saudi terdapat hal-hal yang berkaitan dengan jemaah antara lain berupa tawaf yang ternyata sudah 8 kali, dan dia berjalan mundur supaya jadi 7 kali, hal seperti ini menjadi tanggung jawab kita," ucap Maman.

Selain itu, lanjut Maman, maaih adanya jemaah melontar jumroh yang waktunya tidak sesuai dengan apa yang disarankan oleh Kementerian Agama, hal tersebut karena waktu waktu tersebut merupakan waktu padat dan tidak disarankan.

"Saya kira permasalahan permasalahan ini perlu dibenahi baik secara kolektif ataupun personalnya nanti seorang jemaah harus mengetahui dan menguasai pengetahuan dasar mengenai ibadah haji sendiri," kata Maman

Acara ini diikuti oleh 107 orang peserta yang berasal dari unsur pejabat dan pegawai di lingkungan Ditjen PHU, para Kabid dan kasi pembinaan Haji dan umrah pada Kanwil Kemenag provinsi se-indonesia, para praktisi Haji dan utusan Forum Komunikasi kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah.(ba/ha)


Scroll to Top