Kemenag Laksanakan Qur’ah Penempatan Jemaah Haji, Ini Perbedaannya dengan Tahun Lalu

Ditulis oleh anggoro husni pada Selasa, 21 Mei, 2019

Jakarta (PHU)—Salah satu bentuk layanan yang diberikan kepada jemaah haji Indonesia khususnya selama di Arab Saudi adalah layanan akomodasi jemaah haji. Pada tahun ini, salah satu inovasi yang dimunculkan dalam layanan akomodasi di Makkah adalah penempatan jemaah haji berdasarkan sistem zonasi. Sistem zonasi merupakan penempatan jemaah haji pada wilayah tertentu berbasis embarkasi di tanah air.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar mengatakan tahun ini Kementerian Agama akan melaksanakan qurah (undian) penempatan jemaah haji berdasarkan zonasi sesuai dengan SK Dirjen Nomor 135 Tahun 2019 tentang Penempatan Jemaah Haji Indonesia di Makkah dengan sistem zonasi berdasarkan asal embarkasi Tahun 1440H/2019M.

Penempatan Jemaah Haji di Makkah dilakukan dengan mekanisme qur’ah untuk memberikan rasa keadilan kepada Jemaah haji karena bervariasinya akomodasi jemaah yang tersedia baik dari segi kualitas, wilayah, kapasitas dan harga sewa meski semua akomodasi yang disewa sudah sesuai standar minimal. Sistem zonasi hanya dilakukan untuk penempatan jemaah di Makkah, sedangkan penempatan jemaah di Madinah disesuaikan jadwal kedatangan jemaah.

Qur’ah tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun lalu pengundian kloter untuk seluruh wilayah yang tergabung dalam 70 maktab, untuk tahun ini kloter yang diqur’ah sebanyak 531 kloter. Setiap kloter diundi berdasarkan tipe pesawat untuk penempatan jemaah haji pada masing-masing wilayah yang tergabung dalam 73 maktab.

Dalam qur’ah tahun ini, terdapat tujuh wilayah zonasi yang akan ditempati jemaah haji Indonesia.“Ada tujuh wilayah zonasi yang meliputi Jarwal, Misfalah, Raudhah, Aziziah, Mahbas Jin, Syisyah, dan Rei Bakhsy,” kata Nizar saat membuka Sosialisasi Zonasi Penempatan Jemaah Haji di Makkah di Hotel Marlynn Park Jakarta. Selasa (21/05).

Dalam sistem zonasi tersebut, Nizar mengakui masih terdapat pecah kloter, agar tidak menjadi permasalahan saat di Tanah Suci, dia meminta kepada seluruh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Provinsi ikut mensosialisasikan sistem zonasi ini sampai kepada petugas kloter.

“Yang menjadi stretching sistem zonasi ini adanya pecah kloter, saya meminta agar para Kabid ikut mensosilaisakannya kepada petugas kloter didaerahnya,” imbaunya.

Sementara itu Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis dalam laporannya mengatakan tujuan diadakannya qur’ah penempatan jemaah haji ini adalah untuk memastikan penempatan jemaah haji berdasarkan zonasi di Makkah Tahun 1440H/2019M serta tersosialisasikannya wilayah, maktab dan hotel jemaah di Makkah Tahun 1440H/2019M.

“Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk memastikan penempatan jemaah haji berdasarkan zonasi di Makkah, serta tersosialisasikannya wilayah, maktab dan hotel kepada jemaah haji di Makkah yang akan berangkat tahun ini,” kata Sri Ilham.

Peserta sosialisasi ini berjumlah 62 orang yang terdiri dari Pejabat Eselon III dan IV Ditjen PHU, Kabid PHU Kantor Wilayah Kementerian Agama se Indonesia dan akan berlangsung selama 2 (dua) hari mulai tanggal 21 s.d 22 Mei 2019 bertempat di Merlynn Park Hotel Jakarta.(ha/ha)


Scroll to Top