Layanan Jemaah Haji di Arab Saudi Dipastikan Meningkat

Ditulis oleh Abdul Basyir pada Selasa, 18 Juni, 2019

Tanjung Pinang (PHU)---Hari kedua pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Layanan Jemaah Haji di Arab Saudi Tahun 1440H/2019M diawali dengan materi oleh Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis. Selain Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri beberapa narasumber lainnya akan mengisi kegiatan sosialisasi baik dari Kemenag maupun luar Kemenag seperti Badan Pusat Statistik (BPS).

Materi dengan judul Peningkatan Pelayanan Jemaah Haji di Arab Saudi Tahun 1440H/2019M dipaparkan dengan lugas oleh Sri Ilham Lubis. Peningkatan layanan jemaah haji di Arab Saudi pada tahun ini meliputi seluruh layanan baik akomodasi, transportasi, dan konsumsi.

"Kita tingkatkan seluruh jenis layanan (akomodasi, transportasi, konsumsi) baik di Makkah, Madinah, maupun di Arafah Muzdalifah Mina," kata Sri Ilham di hotel Aston Tanjung Pinang, Selasa (18/6/2019).

Salah satu peningkatan layanan transportasi tahun ini menurut Sri Ilham adanya layanan bagasi jemaah haji. Dituturkan bahwa jemaah tidak lagi mengurus bagasi saat kedatangan di Bandara.

"Jemaah tidak akan lagi mengangkat koper sendiri saat kedatangan di bandara. Setiba di bandara koper dan barang bawaan jemaah akan diangkut ke hotel," kata satu-satunya direktur wanita di Direktorat Jenderal Pengelenggaraan Haji dan Umrah.

Agar layanan bagasi jemaah haji di Bandara Arab Saudi lebih lancar, Sri Ilham meminta agar surat edaran penandaan bagasi segera ditindaklanjuti. Para Kepala Bidang PHU harus selalu mengawal kebijakan tersebut.

"Terutama kloter-kloter awal harus disiapkan agar tanda bagasi jemaah sesuai dengan ketentuan dalam edaran. Sampaikan ke jemaah agar tidak membuat tanda dan warna selain ketentuan agar tidak menyulitkan petugas. Koper juga jangan dipasang jaring," tegasnya.

Indonesia, menurut Sri Ilham selama ini menjadi barometer layanan haji di Arab Saudi karena memiliki jemaah haji terbanyak, sehingga banyak kebijakan layanan haji Arab Saudi menjadikan Indonesia sebagai pilot project layanan mereka. Kondisi itu membuat Kementerian Agama harus selalu siap menyesuaikan penyelenggaraan haji sesuai dengan regulasi Arab Saudi.

Terkait dengan barang bawaan Sri Ilham berpesan agar jemaah menyiapkan barang yang penting sesuai kebutuhan. Barang juga sebaiknya dipilah antara yang boleh dibawa ke kabin dan bagasi.

"Siapkan barang yang penting-penting saja untuk dibawa. Obat-obatan disiapkan secukupnya untuk dibawa ke kabin, selebihnya di koper saja. Khusus jemaah gelombang kedua supaya menyiapkan kain ihram di tas kabin atau dipakai sejak di embarkasi," paparnya.

Keamanan barang bawaan jemaah juga menjadi perhatian serius oleh Sri Ilham. Selain menjaga ketepatan waktu pengiriman bagasi, Sri Ilham juga memastikan asuransi bagasi.

"Akan disusun manajemen bagasi jemaah agar koper tiba jemaah tepat waktu. Kami juga siapkan asuransi bagi jemaah yang kehilangan bagasinya," tandasnya. (ab/ab).


Scroll to Top