INFO

  • SELAMAT DATANG DI WEBSITE DIREKTORAT PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH KEMENTERIAN AGAMA

Peningkatan Bimbingan Ibadah Haji Jadi Skala Prioritas Kemenag Tahun 2020

Ditulis oleh anggoro husni pada Selasa, 08 Oktober, 2019

Jakarta (PHU)—Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah selaku pengemban amanah, terus berupaya melakukan penyempurnaan kebijakan, sistem dan manajemen penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan lancar dengan menjunjung tinggi semangat keadilan, transparansi, dan akuntabilitas publik.

Namun demikian, tidak berarti proses penyelenggaraan ibadah haji selalu sesuai dengan perencanaan dan harapan. Sempat dijumpai sejumlah kendala teknis maupun nonteknis selama panitia penyelenggara memberikan layanan kepada jemaah, baik selama di dalam negeri maupun ketika di Arab Saudi. Hal ini disebabkan layanan yang diberikan bukan terbatas pada pelayanan ibadah, namun juga mencakup layanan administrasi, layanan kesehatan, dan jaminan keamanan jemaah selama melaksanakan ibadah. Oleh karenanya, koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, TNI dan Polri dan Pemerintah Daerah juga harus terus ditingkatkan.

“Agar berbagai bentuk layanan kepada jemaah dapat terus meningkat, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah selaku pengemban amanah, terus berupaya melakukan penyempurnaan kebijakan, sistem dan manajemen penyelenggaraan ibadah haji,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar dalam laporannya saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1440H/2019M di Jakarta, Selasa (08/10).

Menurut Nizar, berbagai bentuk layanan yang diperuntukkan bagi jemaah harus terus dievaluasi dan ditingkatkan. Skala prioritas pun telah ditetapkan, di mana beberapa tahun terakhir perbaikan layanan sengaja difokuskan pada hal-hal yang terkait dengan akomodasi, konsumsi, transportasi, dan layanan admisnistrasi yang lain.

Setelah mengalami peningkatan yang cukup signifikan terhadap sejumlah layanan tersebut, lanjut Nizar, tiba gilirannya prioritas peningkatan layanan dialihkan pada bentuk layanan yang tidak kalah penting dan justru menjadi jantung dari ibadah haji itu sendiri, yakni layanan bimbingan ibadah.

“Itulah mengapa Menteri Agama mencanangkan tahun 2020 sebagai tahun peningkatan kualitas manasik haji. Dengan demikian, jemaah haji Indonesia tidak hanya mendapatkan layanan terbaik dari hal-hal yang sifatnya layanan fisik dan teknis, namun juga layanan yang bersifat substantif,” jelasnya.

Berdasarkan beberapa pertimbangan di atas, ia berpendapat mangat penting dilakukan evaluasi terhadap seluruh bentuk layanan kepada Jemaah, baik yang ada di dalam negeri maupun di Arab Saudi. Untuk itulah Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah bermaksud menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji Tahun 1440 H/2019 M yang akan melibat seluruh elemen yang terlibat dalam proses penyelenggaraan ibadah haji.

Rakernas ini akan diselenggarakan dari Selasa (08/10) Sampaio dengan Kamis (10/10). Hadir dalam acara tersebut Menteri Kesehatan RI yang di wakili Kapus Haji Eka Jusuf Singka, Duta Besar R.I. untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Konsul Haji di Jeddah Endang Jumali, Eselon II Ditjen PHU, sera Dewan Pengawas BPKH Khasan Fauzi.(ha/ha)


Scroll to Top