Namanya Suci, seorang siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri di Wonosobo. Dia berasal dari keluarga sederhana, tidak berlebih, dan tidak kekurangan. Ayah dan ibunya petani kentang dan memiliki usaha rumahan manisan Carica (buah khas Dieng). Dengan sepeda tua, tiap hari Suci berdagang carica sambil sekolah.

Beberapa kali Suci bermimpi sedang berada di Masjidil Haram. Suci terus teringat mimpinya dan sangat ingin menunaikan ibadah haji. Dibalik semua itu, Suci masih ragu apakah mentalnya sudah siap atau belum. Terlebih lagi mendengar pendapat-pendapat dari teman-teman dekatnya membuat Suci semakin Galau.

Suci berkonsultasi dengan guru di madrasahnya dan ustadz di kampungnya. Setelah mendapat penjelasan ustadz dan gurunya, Suci semakin mantap untuk mendaftar haji meskipun usianya masih muda.

Akhirnya Suci menyampaikan niat tersebut kepada kedua orang tuanya. Gayung bersambut, orang tua Suci mendukung keinginannya. Berbekal uang tabungan hasil berdagang carica (yang semula akan digunakan untuk beli sepeda motor), selanjutnya digunakan membayar setoran awal BPIH untuk menunaikan ibadah haji. Kini Suci telah terdaftar sebagai jemaah haji di usia muda.


Scroll to Top