INFO

  • SELAMAT DATANG DI WEBSITE DIREKTORAT PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH KEMENTERIAN AGAMA

Tandatangani MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji 2020, Menag Akan Bertolak ke Saudi

Ditulis oleh anggoro husni pada Sabtu, 30 November, 2019

Bandung (PHU) --- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar mengatakan bahwa Menteri Agama Fachrul Razi awal bulan Desember akan berangkat ke Arab Saudi dalam rangka penandatanganan MoU penyelenggaraan ibadah haji th 2020. Salah satu MoU yang akan ditandatangni adalah mengenai penambahan kuota petugas.

"Pada musim haji tahun 2019 petugas haji yang disepakati adalah 3.500 orang idealnya kuota petugas 3.800 orang, semoga jumlah kuota petugas dapat disepakati,” kata Nizar pada acara Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional angkatan VI. Jumat (29/11).

Musim haji 1421H/2020 M, jemaah haji kloter pertama dijadwalkan pada tanggal 25 Juni 2020 masuk asrama dan 26 Juni 2020 diterbangkan ke Arab Saudi serta akhir operasional haji tanggal 5 September 2020, ujarnya.

Lama antrian jemaah haji perprovinsi dan per kab/kota akan berbeda-beda, adapun masa tunggu jemaah haji Provinsi Jawa Barat rata-rata 18 tahun, bisa bergerak apabila jemaah haji semakin banyak daftarnya.

“Profil jamaah haji Indonesia saat ini lebih banyak jamaah haji perempuan daripada jamaah haji laki-laki,” ucap Nizar.

Untuk Jemaah haji Provinsi Jawa Barat pemberangkatan melalui bisa melalui Bandara Soetta atau BIJB Kertajati, yang terpenting, kata Nizar harus masuk asrama/embarkasi terlebih dahulu, berarti jemaah haji Jawa Barat tahun 2020 tetep diasrama haji Bekasi.

"Saat ini akan dibangun asrama haji di Indramayu, dan juga akan dibangun museum haji pertama di Indonesia", kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar.

Pada acara tersebut diikuti oleh 100 orang peserta terdiri dari pegawai Kementerian Agama, Perguruan Tinggi dan ormas ormas islam.

Ia juga mengatakan bahwa tahun ini Provinsi Jawa Barat masih tetap di Misfalah dan tidak menggunakan sistem qurah agar kloter tidak terpecah.

“Sistem zonasi perpindahannya 3 tahun sekali agar terlihat perbaikannya,” ujarnya.

Menurutnya, Indeks kepuasan jemaah haji untuk tahun 2019 naik tentunya berasal dari inovasi yang dilakukan.

Penambahan pemberian konsumsi untuk jemaah haji pada masa puncak haji serta tahun 2020 tahun peningkatan kualitas manasik haji merupakan salah satu inovasi yang akan dilakukan Kemenag,” tandasnya.(ba/ha)


Scroll to Top