Tempatkan di Daerah Rawan Kelelahan, P3JH Siap Gendong Jemaah

Ditulis oleh anggoro husni pada Rabu, 17 Juli, 2019

Makkah (PHU)--Jemaah haji dari seluruh penjuru dunia mulai berdatangan ke tanah suci, baik di Madinah maupun langsung ke Makkah melalui Jeddah.

Indonesia masih satu-satunya negara dengan jumlah haji terbanyak seluruh dunia yaitu lebih dari 200 juta orang.
Berdasarkan data Kementerian Agama, dari jumlah seluruh calon haji, lebih dari 60 persen didominasi jemaah dengan usia di atas 50 tahun.

Rinciannya sekitar 72 ribu jemaah usia 51-60 tahun, sekitar 43 ribu jemaah usia 61-70 tahun, dan sekitar 11 ribu jemaah di atas usia 71 tahun. Jumlah ini belum ditambah dengan tambahan kuota 10.000 orang.

"Permasalahan utama bagi jemaah usia lanjut tentunya kemampuan fisik yang tidak sama dengan jemaah yang usianya lebih muda. Belum lagi ditambah permasalahan kesehatan yang sudah diderita ketika masih di tanah air. Sedangkan ibadah haji diutamakan kemampuan fisik dalam menjalani setiap prosesi haji," jelas dr Mahesa Paranadipa, Wakil Koordinator Tim Pertolongan Pertama Pada jemaah Haji (P3JH) Kementerian Agama RI.

Menurutnya, sangat disarankan khususnya pada jemaah usia lanjut dan yang memiliki keterbatasan pada fisik untuk mengutamakan ibadah-ibadah wajib pada prosesi haji. Untuk ibadah sunnah lainnya dapat dilakukan jika proses wajib telah dijalankan.
 
"Namun keberadaan seluruh petugas haji Indonesia, khususnya Tim P3JH yang ditempatkan di daerah-daerah rawan jemaah mengalami kelelahan dan masalah umum lainnya insyaallah selalu siap melayani, membina, dan melindungi jemaah haji asal Indonesia,"  ujar Mahesa.

Tim P3JH yang dibentuk Kementerian Agama, meski berlatar belakang kompetensi kesehatan, namun selalu siap memberikan layanan umum, bahkan untuk menggendong jemaah pun dijalani oleh tim P3JH.(mch/ha)


Scroll to Top