Tingkatkan Pelayanan, SISKOHAT Rencanakan Tambah Fitur Baru

Ditulis oleh anggoro husni pada Kamis, 08 Februari, 2018

Semarang (PHU)—Untuk meingkatkan pelayanan kepada Jemaah haji, mulai tahun 2018 ini Bagian Sistem Informasi Haji Terpadu (SIHDU) atau yang akrab disebut SISKOHAT berencana akan menambah fitur-fitur baru didalam system aplikasinya.

Fitur-fitur tersebut akan menambah deretan inovasi-inovasi yang dilakukan Direktorat Jenderal penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU).

“Beberapa waktu yang lalu sudah cukup baik dan saat ini temen-temen dari siskohat sedang merencanakan beberapa fitur baru untuk peningkatan kualitas layanan kita kepada jamaah haji,” kata Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu (Dirlola Sihdu) Ramadhan Harisman di Semarang. Rabu malam (7/2).

Beberapa fitur tersebut, kata Ramadhan antara lain terkait dengan batal validasi batal validasi menurutnya adalah penyebabnya dua, pertama yang daftar belum berusia 12 tahun dan yang sudah Haji kurang dari 10 tahun itu akan di batalkan sistemnya. Dirinya juga menilai kebijakan pendaftaran saat ini ada di Kementerian Agama dan bukan pada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Jadi kalau ada syarat-syarat ditambahkan BPKH tidak berlaku, ini aja harus bagi wewenang kerja kita sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” tegas Ramadhan.

Ramadhan bercerita, pada bulan Desember tahun lalu, dirinya bisa menerima batal validasi itu sampai 30 sampai 40 permintaan setiap hari, jadi di tahun 2018 ini, pihaknya berupaya bisa memfasilitasi di system Siskohat agar dari awal sudah bisa memfilter

“Dari proses pembayaran di bank sudah bisa kita antisipasi bahwa batal validasi di mudah-mudahan akan bisa kita minimalisir kejadiannya,” ujarnya.

Fitur berikutnya adalah Siskohat akan memberikan ruang (space) didalam sistemnya untuk bisa mencetak nomor virtual account di bukti setoran awal, dengan nomor itu jemaah bisa melihat uangnya yang ada di virtual account jadi dana di rekening virtial tersebut bisa untuk menampung nilai manfaat masing-masing Jemaah haji.

Bagaimana dengan yang sudah daftar sebelum ini diberlakukan? Ramadhan menjelaskan nantinya semua jamaah akan mendapatkan nomor virtual account nya semua, jadi dirinya meminta kepada Kankemenag Kota/kabupaten agar bisa mensosialisaskannya kepada Jemaah haji.

“Kami mohon bantuan Bapak Ibu sekalian di Kankemenag nanti untuk membantu mensosialisasikan Atau paling tidak Kalau cuma tanya ini nomor virtual account anda,” terang Ramadhan

Kemudian fitur berikutnya adalah membuat aplikasi perekrutan petugas haji melalui Computer Assisted Test (CAT), aplikasi ini akan diberlakukan agar proses penilaian lebih cepat dan transparan. Walaupun, kata dia, sebenarnya tidak bisa juga menggantung kan dengan hasil dari tes yang bersifat komputer ini 100%

“Belum tentu kita bisa menilai menilai seseorang menjadi petugas Haji, pinter saja tidak cukup, nggak bisa kerja dan nggak mau kerja percuma, di sana tuh bukan mau jadi analisis tapi harus jadi pekerja,” pintanya.(ha/ha)


Scroll to Top