Ubik Baehaqi : Transformasikan Kemabruran Haji Hingga Terbentuk Kesalehan Individual Dan Sosial

Ditulis oleh anggoro husni pada Kamis, 07 Desember, 2017

Serang (PHU)—Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Provinsi Banten Ubik Baehaqi mengharapkan agar selepas pulang menunaikan ibadah haji ditanah suci, Jemaah haji dapat mentransformasikan nilai-nilai ibadah haji dalam keseharian untuk menjaga, melestarikan dan mendayagunakan kemabruran hajinya hingga terbentuk kesalehan individual dan social. Hal tersebut diungkapkannya saat menutup acara Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1438H/2017M di Hotel Le Dian Serang Banten. Kamis (7/12).

“Untuk melestarikan kemabruran tersebut, Jemaah haji harus mentransformasikan nilai-nilai ibadah hajinya didalam kesehariannya dimasyarakat,” kata Ubik.

Selain itu juga, dia meminta kepada Jemaah haji setelah pulang berhaji dapat menjadi manusia baru dan menjadi teladan umat, sehingga sasaran yang ingin dicapai dalam pasca haji ini dapat meningkatkan hubungan manusia dengan Tuhannya, dan hubungan manusia dengan sesamanya.

“Ketika dirumah menjadi tauladan bagi keluarganya, menjadi pelopor dan aktif dimasyarakat dan untuk tempat kerja menjadi disiplin, berdedikasi tinngi dan bertanggung jawab,” pintanya.

Khusus masyarakat Banten, kata Ubik, semangat dan motivasi untuk melaksanakan ibadah hajinya sangat besar, walapun masa tunggu keberangkatannya 17 tahun, tapi animo masyarakat untuk mendaftar haji tidak pernah berhenti.

“Tahun ini, Banten mendapatkan kuota 9.572 jemaah haji,” ujarnya.

Saat disinggung terkait penetapan Istitha’ah kesehatan haji di Kabupaten dan Kota, kata Ubik, perlu ada penguatan koordinasi berbagai pihak, terutama koordinasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.

Sedangkan dalam hal penetapan Istith’ah kesehatan haji atau laik/tidak laiknya Jemaah haji untuk terbang di Provinsi/Embarkasi perlu juga ada penguatan dan koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Kanwil Kemenag Provinsi.

“Terkait bisa atau tidaknya Jemaah haji terbang perlu ada koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Kanwil Kemenag Provinsi, ini yang disebut juga dengan Istitha’ah kesehatan haji,” ucap Ubik.(ha/ha)


Scroll to Top