Merah Putih Berkibar di Puncak Jabal Nur

Ditulis oleh redaksi pada Kamis, 01 Desember, 2011

Jeddah (MCH)--Jabal Nur adalah salah tempat tujuan utama jamaah haji Indonesia selama berada di Makkah. Di tempat ini terdapat Goa Hira, tempat pertama kali Rasulullah SAW menerima wahyu, pertama kalinya ayat Alquran turun.

"Iqra (bacalah)," kata Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad di Goa Hira. Muhammad menduga disuruh membaca, dia pun menjawab "Ma ana biqirain (saya tidak bisa membaca". Jibril pun memeluk erat Muhammad yang salah memahaminya itu.

"Iqra" kata Jibril lagi bermaksud agar Muhammad mengulangi perkataannya. Suasana hati Muhammad pun tak karuan, campur aduk, berdegup kencang, tak kuasa memahami maksud Jibril. "Ma ana dibiqirain". Jibril kembali memeluknya dengan erat,.

Jibril kembali mendesaknya, "Iqra". Jibril memeluknya erat kemudian menatap wajah Muhammad yang salah sangka itu. Akhirnya, Muhammad paham bahwa Jibril memintanya mengulangi perkataannya.

"Iqra bismirabbikalladzi halaq. Halaqal insana min alaq. Iqra wa rabbukal akram. Alladzi allama bil qalam. Allamal insana ma lam ya`lam."

Jabal Nur berada sekitar 6 kilometer sebelah utara dari Masjidil Haram. Untuk mencapai gunung dengan ketinggian 2.500 kaki ini ditempuh dengan satu jam perjalanan menanjak yang cukup tajam.

Sekalipun mendaki Jabal Nur ini cukup berat namun hal tersebut tetap saja dilakoni jamaah haji Indonesia. Perjalanan naik ke Jabal Nur melalui jalan beraspal sekitar 600-700 meter, tanjakannya cukup tajam. Sehabis jalan beraspal akan terdapat jalanan ratusan anak tangga yang cukup curam dan berkelok, ukuran anak tangga pun tidak sama. Ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah.

Sedikit tips, bagi wanita jangan mengenakan rok jika ingin menaiki jabal nur. Begitu juga untuk anak muda atau pun orangtua tidak perlu memaksakan diri. Jamaah bisa beristirahat beberapa kali di sepanjang perjalanan, karena memang disediakan tempat untuk duduk atau beristirahat sejenak, kemudian baru menempuh lagi anak selanjutnya.

Sekitar 100-200 meter sebelum puncak, jamaah haji yang mendaki akan mendapat ujian kesabaran. Karena akan ditemui anak tangga yang cukup sempit, sehingga harus bergantian antara jamaah yang ingin turun dan naik. Beberapa waktu lalu, saat tim MCH Jeddah menaiki Jabal Nur yang tampak tidak tertib adalah jamaah haji dari Afrika, Rusia, dan Turki. Jamaah Afrika, mereka memilih `jalur lain` alias undakan batu yang cukup berbahaya bagi mereka. Tapi mereka tetap saja naik tidak melalui anak tangga yang sudah dibuat.

Ada juga jamaah yang suka menerobos antrean, sehingga jalur untuk turun menjadi tertutup dan macet di tengah-tengah anak tangga. Di sinilah ujian kesabaran pertama terjadi, sebelum mencapai puncak.

Beruntug jamaah haji Indonesia lebih sabar ketimbang jamaah yang lainnya, jamaah haji Indonesia lebih rela menunggu setengah jam ketimbang menerobos ataupun membuat jalur baru yang berbahaya seperti yang dilakukan jamaah Afrika.

Setelah mencapai puncak, jika ingin masuk ke dalam Goa Hira harus sedikit lagi turun. Karena posisi Goa Hira berada sedikit menurun setelah puncak Jabal Nur. Karena posisinya sempit hanya 1,5 meter, jamaah terlihat berdesak-desakan di pintu masuk. Karena mereka harus masuk secara bergantian ke dalam tempat yang sempit dan gelap ini. Rasanya sulit untuk melakukan salat di dalam Goa Hira mengingat membludaknya orang yang berminat untuk masuk. Sehingga peziarah hanya berada di dalam Goa Hira dalam waktu 2-3 menit saja. Sebagian jamaah yang tetap ingin salat memilih salat di luar Goa Hira.

Yang unik dari perjalanan ini waktu itu adalah tertancapnya bendera Merah Putih di salah satu dari tiga tiang yang berada sekitar 50 meter dari puncak Jabal Nur. Entah siapa yang menancapkan bendera tersebut, tapi tampaknya pemasangan dilakukan belum lama. Karena bendera tersebut masih tampak bersih.

Jamaah Indonesia yang sudah lelah menempuh ratusan anak tangga Jabal Nur pun sedikit bangga dan menghabiskan waktu beberapa menit untuk berfoto dengan bendera Merah Putih tersebut.

Bahkan, ada jamaah yang tidak sempat masuk ke dalam Goa Hira karena sulit dan berdesak-desakan, lebih memilih berfoto ria dengan bendera Merah Putih.(syukri)


Scroll to Top