Lompat ke isi utama
x

50 Jemaah Haji Malinau Ikuti Manasik dan Tauhid Haji

malinau

Malinau (PHU)—Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengumumkan tahun ini tidak memberangkatkan jamaah haji ke Tanah Suci Makkah. Langkah tersebut untuk mencegah terjadinya penularan ketika berhaji.

Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengalami pembatalan keberangkatan ke Tanah Suci diminta tetap melaksanakan kegiatan manasik haji.

"Yang terpenting kepada jamaah haji agar tetap menjaga kesehatan, waktu menunggu keberangkatan ini mari kita isi dengan memperdalam lagi Ilmu manasik," kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malinau Mursal Noer dalam acara Bimbingan Manasik dan Tauhid Haji Se Kabupaten Malinau. Selasa (13/10).

Dalam acara Bimbingan Manasik dan Tauhid Haji tersebut hadir i sebagai pembicara Kakanwil Kemenag Prov. Kaltara. Suriansyah. Menurut Suriansyah dalam ibadah haji tidak sekadar menunaikan rukun haji dari aspek fiqih. Lebih dari itu, jemaah haji harus memaknai rukun Islam yang kelima ini sebagai bagian dari ketakwaan yang dituangkan dalam aspek tauhid.

"Secara hakikat, haji dilaksanakan karena panggilan ketauhidan. Kemudian yang menjalankan secara operasional yaitu tubuh. Maka perlu saya tekankan, tauhid haji ini harus dipandang dari dimensi syariat yang merupakan panggilan Tuhan," jelas Suriansyah.

Sebanyak 50 jemaah haji tahun 2020 Kabupaten Malinau Harapannya dengan diadakannya kegiatan ini, jemaah haji dapat memahami dan mengerti latar belakang serta hikmah pembatalan keberangkatan Jemaah haji serta dapat pula mengetahui tentang apa saja yang harus dipersiapkan untuk keberangkatan pada tahun 1442H/2021 M mendatang.

“Pandemi Covid-19 ini belum tahu kapan akan berakhir. Dalam kondisi seperti ini, Kemenag berkomitmen tetap memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada jemaah haji dan sebab itu mari kita bersama sama agar wabah Covid 19 ini cepat berlalu di negeri tercintai ini,” pungkasnya.

 

Penulis
Kemenag Kaltara
Editor
husni anggoro