Lompat ke isi utama
x

Ashaj Bekasi Siap Terima Kepulangan Jemaah Umrah

Bksyng

Bekasi (PHU) - Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab meninjau kesiapan Asrama Haji (Ashaj) Bekasi - Jawa Barat. Nantinya Ashaj Bekasi akan di rekomendasikan sebagai alternatif jemaah sebelum berangkat umrah atau dijadikan tempat karantina (kepulangan) jemaah umrah ke Indonesia. Selasa (18/01/2022)

"Perlu dipahami bahwa One Gate Policy (kebijakan satu pintu) umrah terus berlanjut sesuai hasil evaluasi Menteri Agama Yakut Cholil Qaumas dan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, dengan melihat beberapa evaluasi OGP maka tetap dipertahankan," terang Saiful.

Lebih lanjut Saiful mengatakan bahwa Dirjen PHU meminta semua mengawal OGP walau ada beberapa Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) kurang mentaati.

Scs

"Dirjen PHU terus mengawal OGP karena skema OGP saat ini dinilai efektif, pengendalian jemaah umrah ini dilakukan untuk membangun kepercayaan ke Arab Saudi dengan mengirimkan jemaah umrah yang taat aturan dan taat prokes dan kami harap PPIU juga mematuhi prosedur yang diterapkan" kata dia.

Masih dalam arahannya, Saiful mengatakan OGP di Ashaj Pondok Gede sampai saat ini  berjalan dengan baik dan OGP juga didukung oleh Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Sampai saat ini jemaah umrah masih diberangkatkan melalui Ashaj Pondok Gede, adminitrasi tidak ada masalah artinya semua terkendali dan umrah juga terus berjalan, komisi VIII juga mendukung skema OGP dan minta agar umrah dapat dilebarkan keseluruh wilayah namun kita ketahui bahwa tidak semua penerbangan dibuka," jelas dia.

Skema karantina kepulangan jemaah umrah, Saiful menerangkan Satgas covid saat ini menyediakan lebih dari 100 hotel dan Dirjen PHU berharap Ashaj Bekasi masuk kedaftar rekomendasi karantina.

"Untuk mendapat rekomendasi sebagai tempat karantina, Dirjen PHU berpesan sesuai hasil rapat pimpinan, bahwa Ashaj Bekasi diminta untuk mempersiapkan tempat dengan layak. Dan disepakti bahwa ada 2 pintu, yaitu pertama, Ashaj Pondok Gede sebagai tempat pemberangkatan dan Ashaj Bekasi sebagai tempat karantina," tegas dia.

Arahan Dirjen PHU juga meminta Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri dan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus (UHK) untuk melihat kondisi dan kapasitas Ashaj bekasi jika benar-benar nanti akan mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid.

"Saya dan Direktur UHK ditugaskan untuk meninjau keadaan dan kapasitas kesiapan, kebersihan dan lain sebagainya sampai menunggu rekomendasi dari satgas covid, maka kita berbenah dan saya minta Ashaj Bekasi menata dari beberapa sisi antara lain:  jumlah kesiapan kamar, atur alur pintu masuk, penataan ulang kamar, terpenuhi hal-hal pokok (air, lampu, udara dan sirkulasi udara, kebersihan) sehingga nanti jika satgas melihat kesiapan kita maka kita sudah siap," pinta Saiful.

Di akhir arahannya Saiful berharap Asrama haji bisa memberikan fasilitas senyaman mungkin kepada jemaah umrah jika nantinya benar-benar digunakan sebagi tempat karantina.

"Silahkan semua dikoordinasikan atau dirapatkan dengan berbagai pihak dan tata ulang yang perlu ditata. Mobilisasi seperti apa, bikin kerjasama dengan rumah sakit dan klinik untuk mengahdirkan dokter dan intinya usahakan asrama haji senyaman mungkin," tutupnya.

Penulis
Ranita Erlanti Harahap
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca