Lompat ke isi utama
x

Asrama Haji Maluku Jadi Lokasi Karantina Bagi Warga Yang Datang Dari Luar Daerah

Plt Kakanwil Kemenag Maluku Jamaludin Bugis

Ambon (PHU) --- Gedung Asrama Haji Maluku digunakan sebagai tempat karantina bagi pelaku perjalanan dari luar daerah, menuai protes warga Waiheru. Warga tersebut tinggal disekitar asrama haji Maluku. 

Penolakan dari warga setempat berdasarkan rasa khawatir terhadap penularan wabah pandemik corona (Covid-19) yang sudah menyebar luas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kakanwil Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis bersama Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku Hendri M Far-Far memberikan penjelasan kepada warga mengenai di gunakannya Asrama Haji Maluku sebagai lokasi karantina mandiri.

Plt Kakanwil Kemenag Maluku Jamaludin Bugis menjelaskan terlebih dahulu bahwa masyarakat yang melakukan perjalanan dari luar daerah Maluku ke Kota Ambon tidak sepenuhnya adalah orang sakit atau positif terinfeksi virus corona. Akan tetapi, untuk memberikan penjelasan teknis secara medis bahwa orang-orang yang bepergian ke Maluku ini bebas dari corona, maka perlu ada fasilitas yang dapat dijadikan sebagai tempat karantina.

"Jangan berfikir kenapa pemerintah daerah membawa orang sakit datang tinggal di asrama haji. Sekali lagi kami tegaskan, mereka bukan orang sakit. Orang sakit tempatnya di rumah sakit, bukan asrama haji. Mereka orang sehat yang bepergian untuk tinggal sementara di sini serta diberi makan, diperiksa kesehatannya dan selanjutnya kembali ke kampung halaman mereka masing-masing," jelas Plt Kakanwil dalam pertemuan bersama warga di Asrama Haji Maluku, Waiheru Ambon, Rabu (1/4).

Jamaludin Bugis meminta masyarakat Maluku khususnya warga Waiheru sepatutnya ikut membantu pemerintah didalam upaya pencegahan virus corona.

"Tidak kalah penting selalu berdoa, berdzikir dan memohon ampun agar semua dapat terhindar dari virus corona ini," ujar Jamaludin Bugis.

Penjelasan senada disampaikan juga oleh Sekretaris Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Hendri Far-Far. Menurutnya, di tengah situasi bangsa semakin mencekam dengan meningkatnya penularan virus corona di tanah air, maka inilah saat yang tepat pemerintah bersama masyarakat sama-sama bergandengan memutus rantai bencana non alam ini.

Sebabnya, tidak salah Presiden RI Joko Widodo mengintruksikan agar seluruh fasilitas pemerintah digunakan untuk langkah pencegahan.

Alasan logis berikutnya disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku ini adalah fasilitas pemerintah daerah sangat terbatas. Karena itu, strategi efektif yang dinilai tepat yaitu menyediakan sarana publik lainnya seperti asrama haji untuk dijadikan tempat karantina warga yang datang dari luar.

"Baik jika orang Maluku yang punya tempat tinggal pribadi masing-masing, tapi bagaimana dengan warga luar yang tidak memiliki tempat tinggal dimanakah mereka akan menjalani masa karantina mandiri," ulasnya.

"Kita juga tidak ingin virus ini menyebar luas, tapi akan lebih parah lagi kita biarkan mereka berkeliaran memasuki tempat umum akibat tidak adanya fasilitas karantina," sambungnya memperjelas.

Meski demikian, pihaknya akan memastikan kondisi warga dalam perjalanan ini dengan melakukan pengecekan kesehatan sebelum masuk wilayah Asrama haji dan pastinya penjagaan oleh pihak keamanaan dari unsur TNI/Polri juga dilakukan di lokasi karantina.

Turut hadir mengikuti pertemuan bersama warga, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendi Pelupessy yang turut memberikan penjelasan teknis dari ilmu medis, Kapolsek Baguala, Marolan Hutahahean, Camat Baguala Lenny Lekatompessy, perwakilan Dandramil Baguala, pihak Pemerintah Desa serta tokoh agama dan masyarakat Waiheru Ambon.

Untuk diketahui juga, sebelumnya Menteri Agama RI Fachrul Razi telah menyampaikan gedung asrama haji di seluruh Indonesia siap digunakan sebagai tempat karantina guna membantu pencegahan virus Corona di tanah air.

Penulis
Zam
Editor
Boy Azhar

Jumlah Pembaca