Lompat ke isi utama
x

Bahtsul Masail Ditutup, MUI Siap Terbitkan Fatwa

arsyad

Ciawi (PHU)—Kegiatan Bahtsul Masail Perhajian resmi ditutup, Bahtsul Masail Perhajian sendiri merupakan diskusi untuk membicarakan masalah-masalah yang terkait dengan fiqih haji.

Kepala Sub Direktorat Bimbingan Jemaah Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Arsyad Hidayat mengatakan, Bahtsul Masail ini didasari dari kegundahan dari para pimpinan di Direktorat Bina Haji dalam memikirkan kondisi penyelenggaraan haji dimasa pandemi Covid-19 ini.

“Jadi Bahtsul Masail untuk membicarakan masalah masalah terkait dengan fiqih Haji terus terang pemikiran untuk adanya pelaksanaan Bahtsul Masail ini dari kegundahan bapak-bapak di Direktorat Bina Haji memikirkan kondisi terkait dengan pandemi covid yang kita alami saat ini,” kata Arsyad dalam sambutan penutupannya. Rabu malam (28/4/2021).

Penyelenggaraan Bahtsul Masail sendiri merupakan agenda rutin Kemenag sebelum penyelenggaraan haji dimulai, termasuk tahun 2020 lalu saat Pemerintah Arab Saudi membatasi jemaah haji yang akan menunaikan ibadah hajinya di Tanah Suci karena terjadi meningkatnya pandemi Covid-19 diseluruh dunia termasuk Indonesia yang memutuskan membatalkan keberangkatan jemaah hajinya di Tanah Suci.

“Kita belajar dari tahun 2020 dan Saudi tetap melaksanakan ibadah haji tapi mereka dengan tetap melakukan pembatasan pembatasan sementara kita selama ini kan bahasa ibadah haji itu dengan kondisi normal dan tidak ada pembatasan pembatasan maka disitu ada gap ibadah haji dimasa pandemik ini, sehingga harus ada jawabannya makanya kami melaksanakan Bathsul Masail ini,” terangnya.

Ia juga mendukung langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menawarkan akan mengeluarkan fatwa terkait penyelenggaraan haji tahun 2021 ini. 

“Sekretaris Umum MUI Pusat Pak KH. Zulfa Mustofa sudah menawarkan kalau seandainya dari Kementerian Agama mengusulkan untuk MUI  bisa mengeluarkan fatwa,” ujar Arsyad.

Fatwa tersebut kata Arsyad, nantinya bisa dijadikan sandaran hukum dalam melaksanakan ibadah haji. “Nanti ini akan coba kami sampaikan ke pimpinan, mudah-mudahan Ini juga menjadi solusi. Fatwa itu saya kira itu bisa menjadi sandaran hukum bagi kita melaksanakan ibadah tinggal nanti untel diserahkan ke pemerintah,” tandasnya.

 

Penulis
husni anggoro
Editor
husni anggoro

Jumlah Pembaca