Lompat ke isi utama
x

Banyak Distorsi Informasi Pembatalan Keberangkatan Haji 2020, Ini kata Kemenag

khoirizi

Jakarta (PHU)—Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi mengaku banyak terjadi distorsi informasi terkait pembatalan kebarangkatan jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun 2020 ini.

Hal itu mengakibatkan banyaknya masyarakat khususnya jemaah haji yang menerima informasi tidak secara utuh.

“Ketika kita bicara tentang pemerintah saat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji 2020 itu kita luncurkan dan ketika KMA No 719 Tahun 2020 ttg Pedoman Penyelenggaraan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi Covid-19 itu kita terbitkan banyak kawan-kawan di daerah enggak tahu,” kata Khoirizi saat saat Webinar Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Virtual Advokasi Haji yang digagas Subdit Advokasi Haji Ditbina Haji. Jumat  (13/11).

Ia mencontohkan, saat pemerintah menerbitkan KMA 494 Tahun 2020, banyak masyarakat berpandangan bahwa pembatalan keberangkatan jemaah haji oleh pemerintah semata-mata hanya persoalan haji dan umrah saja.

“Padahal kalau kita cermati KMA 494 tahun 2020 itu dasar yang menjadi pertimbangan justru bukan dasar penyelenggaraan haji dan umrah, justru ada pada dasar-dasar hukum itu adalah pertama dasar hukum Undang-Undang 4 tahun 1984 apa yang diatur di dalam UU tersebut itu adalah tentang wabah penyakit menular,” terang Khoirizi.

Ia menambahkan, dalam hal melindungi warga negaranya, pemerintah mengutamakan keselamatan dan keamanan khususnya jemaah haji.

Selain UU Nomor 4 Tahun 1984, yang menjadi dasar lainnya adalah Undang-undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Menurut Khoirizi regulasi tersebut mengatur segala bentuk administrasi negara dan dokumen-dokumen. “Kenapa menjadi konsentrasi disitu, ketika kita bicara penundaan maka betapa banyak administrasi yang harus kita perbaiki, berapa banyak sudah dokumen yang harus kita ganti itu asbabun nuzulnya,” kata dia.

Jadi, kata dia penundaan keberangkatan ini adalah semata-mata persoalan keselamata, keamanan dan kesehatan jemaah haji. “Tidak ada persoalan lain., tidak ada pemikiran politik di situ, tidak ada pemikiran bisnis di situ, tidak ada pemikiran sosial disitu, tetapi jauh lebih penting masalah keselamatan kesehatan keselamatan dan keamanan,” tandasnya.

Penulis
husni anggoro
Editor
husni anggoro