Lompat ke isi utama
x

Begini Emosionalnya Anggota Dewan Saat Bicara Islam dan Haji

ali taher

Jakarta (PHU)—Adalah Ali Taher Parasong, Pria kelahiran Lamakera, Solor Timur, Flores Timur, 9 Februari 1961 ini tak kuasa menahan emosinya saat berbicara masalah Islam dan ibadah haji. Hal ini terungkap dalam diskusi daring yang digagas Pengurus Besar Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (PB FKAPHI).

Ali tak kuasa menahan keluar air matanya saat didapuk menjadi narasumber dihadapan para pengurus FKAPHI baik pengurus besar maupun pengurus wilayah dan Kasi PHU kabupaten dan kota.

Bukan tanpa sebab, Ali meneteskan air matanya saat menyinggung situasi dan kondisi Masjidil Haram di Makkah serta Masjid Nabawi yang saat ini tidak ada yang berziarah dikarenakan mewabahnya virus corona yang telah sampai di Tanah Suci sehingga Pemerintah Arab Saudi mengambil kebijakan untuk meniadakan ibadah di kedua kota suci tersebut.

“Karena haji ini semua orang merindukan, semua orang berharap dan ingin kesana. Ka’bah kosong kita menangis, masjid nabawai Madinah kosong kita semua menagis,” kata Ali.

Ali Yakin, dibalik peristiwa yang menimpa manusia selalu ada hikmahnya, menurutnya Allah telah memberi pelajaran bagi umat manusia. Bukan karena ada salah, sikap atau perbuatan yang diperbuat manusia, tetapi karena itu merupakan cara Allah untuk menegur umatnya.

“Kita yakin dibalik perisiwa ini ada hikmah, Allah telah memberi pelajaran bagi kita, tidak ada yang salah dalam hati kita, sikap dan perbuatan kita, Allah menegur dengan caranya tapi kita yakin Allah yang menurunkan penyakit dan Allah pula yang akan meyembuhkannya, oleh karena itu kita harus berbaik sangka kepada allah,” jelasnya dengan nada terisak.

“Saya agak emosional kalau berbicara haji dan umat karena inilah jantung dakwah Islam,” sambungnya.

Diakuinya, dirinya memang sangat membela Kementerian Agama, karena Kemenag merupakan gawang terakhir dalam menjaga ketahanan rohani bangsa. Di Kemenag sendiri yang terukur dengan baik itu salah satunya adalah ibadah haji.

“Saya selalu membela Kemenag disetiap ada kesempatan,  karena gawang terakhir dalam menjaga ketahanan rohani bangsa ada dikemenag yang diukur dengan baik itu adalah ibadah haji,

Ia pun berpesan kepada seluruh ASN Kemenag untuk terus bekerja dengan ikhlas dan sabar, karena meurutnya kesalehan spiritual akan menghasilkan kesalehan sosial.

Dalam arahannya, ia meminta agar seorang pemimpin muslim itu menjalankan tiga fungsi utama antara lain Fungsi kerisalahan, Fungsi kekhalifahan serta Fungsi kerahmatan.

“Ketiga fungsi ini harus kita jawab dengan perbuatan, bekerja baik, bekerja ikhlas, bekerja cerdas untuk kepentingan umat dan bangsa,” tuturnya.

Mengakhiri ceramahnya Ali Taher berpesan ada tujuh kunci keberhasilan yang dijadikan dasar dalam pengabdian yaitu ikhlas, tekun, sabar, berbaik sangka, amanah, istiqamah dan mengharap rida Allah Swt semata.

 

Penulis
husni anggoro
Editor
husni anggoro