Lompat ke isi utama
x

Beri ilmu Kesehatan ke Jemaah Haji, Kemenag DIY Luncurkan KUKUH 

diy

Yogyakarta (PHU) – Untuk memaksimalkan pelayanan kepada Jemaah haji dimasa pandemi Covid-19 ini.  Kanwil Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan sebuah inonasi bernama KUKUH (Kajian Untuk Kesehatan Umrah dan Haji). Inovasi ini diluncurkan dengan tujuan memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada Jemaah haji.

“Tantangan dimasa pandemi Covid-19 menjadi fenomena yang menarik. Faktanya mau tidak mau harus melaksanakan transfer ilmu jarak jauh. Kreatifitas, inovasi dan penguasaan terhadap teknologi menjadi keharusan bagi seseorang,” kata perintis Inovasi KUKUH dr. H. Tejo Katon.

Tejo yang kesehariannya bertugas sebagai sehari-hari sebagai ASN Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY ini mengungkapkan ersoalan-persoalan haji dan umrah memang sangat kompleks apalagi di masa pandemi Covid-19 untuk memaksimalkan pelayanan pada jemaah dengan tujuan memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan.

Menurutnya, Inovasi ini sudah berjalan sejak awal tahun 2020 atau awal merebaknya virus Covid-19 yang mengharuskan untuk menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan pemberlakuan protokol kesehatan ketat.

“Alhamdulillah, semua atas ijin Allah SWT dan do’a serta dukungan supportnya bapak ibu semua, saya tidak mengira kalau ternyata inovasi KUKUH ini dapat menjembatani transfer ilmu khususnya ilmu kesehatan pada Jemaah haji khususnya dimasa pandemi Covid-19,” jelasnya.

Tejo mengakui, Jemaah haji yang dulu dapat mengadakan pertemuan-pertemuan rutin dengan tatap muka atau manasik, dimasa pandemi Covid-19 ini sangat terbatas dan aturan disiplin ketat protocol kesehatan sehingga kenapa tidak pihaknya bisa tetap memberikan edukasi dengan cara lain yang tidak harus dengan tatap muka.

“Dalam benak saya dulu yang penting bisa ikut berpartisipasi memberikan edukasi kepada masyarakat lewat video saya, karena saya pikir sekarang hampir semua Jemaah haji insyaAllah mempunyai alat komunikasi HP yang didalamnya ada aplikasi youtube, sehingga Jemaah dapat tetap bisa menerima edukasi dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun tanpa harus dilakukan dengan cara tatap muka, itulah yang melatarbelakangi saya memunculkan Inovasi KUKUH,” papar dr. Tejo.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Inovasi KUKUH ini sangat efisien sekali karena Jemaah haji atau umrah tidak tergantung pada waktu dan kondisi tertentu dan Jemaah dapat mengulang-ulang materi yang ada di video apabila masih belum jelas pada materi dan dapat menuliskan pertanyaan di video dan akan langsung dijawab. Inovasi KUKUH juga dapat dilaksanakan secara daring maupun luring dengan memberlakukan disiplin protokol kesehatan secara ketat.  

“Tenaga medis, harus berperan sebagai trias agent yaitu tidak hanya mengobati pasien atau Agent of Treatment, tetapi juga sebagai agen perubahan sehingga dapat merubah masyarakat ke arah yang lebih baik serta sebagai agen pembangunan,” tuturnya.

Penulis
Sri Nurul
Editor
husni anggoro

Jumlah Pembaca