Lompat ke isi utama
x

Bimbingan Manasik di Nunukan, Kepala Kanwil Kemenag Kaltara Kupas Konsep Berhaji Jasmani dan Rohani

nunukan

Tanjung Selor (PHU) - Menunaikan ibadah haji tidak sebatas ritual ibadah umat Islam di seluruh penjuru dunia. Lebih dari itu, rukun Islam yang ke lima ini merupakan kebutuhan rohani karena dipanggil Allah SWT.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalimantan Utara Suriansyah Hanafi dalam Bimbingan Manasik dan Tauhid Haji yang diselenggarakan oleh Kantor Kemenag Nunukan, Senin (5/10). 

Melalui bimbingan manasik daring (online) Suriansyah mengatakan konsep haji yang harus dimaknai secara akidah-ketauhidan.

"Konsep tauhid itu pada hakikatnya adalah laa illaha Illallah. Allah itu bersifat mutlak. Allah itu tidak bisa kita cerna secara logika dengan menggunakan indrawi. Tidak bisa dilihat dari kasat mata, tidak bisa didengar oleh telinga. Bukan juga wujud yang seperti kita gambarkan dalam pandangan maupun akal kita," ujar Suriansyah.

Manusia, lanjut Suriansyah,, terdiri dari dua sisi, yakni jasmani dan rohani. Ia berharap jemaah haji agar menguatkan dan meluruskan niat saat hendak ke Baitullah. "Maka dalam berhaji, tidak hanya jasmani yang kita haji-kan, tapi rohani harus kita haji-kan," tegasnya.

Eksistensi penciptaan manusia, dijelaskan Kakanwil, adalah untuk mengabdikan diri kepada Sang Pencipta. Ia mengutip firman Allah tentang hakikat penciptaan manusia. "Bahwa 'tidak Ku-ciptakan jin dan Manusia, kecuali untuk menyembah kepada-Ku', kata Allah," lanjut Suriansyah.

Menurutnya, mendatangi Baitullah dalam rangka melaksanakan ibadah haji, tidak hanya dimaknai secara harfiah. Lebih dari itu, konsep tauhid memiliki arti yang sangat erat dengan seluruh prosesi ibadah haji.

Dalam berhaji, papar Suriansyah, Allah memanggil hamba-Nya. "Setelah dipanggil, maka Jemaah haji mengatakan, Labbaikallah humma labbaik. Kami datang untuk memenuhi panggilan-Mu," lanjutnya.

Oleh karena itu, berhaji merupakan bagian dari tauhid. "Bahwa kita memenuhi panggilan Allah. Dengan berhaji, kita menginginkan untuk semakin menaati Allah. Secara fisik, casing kita menunaikan rukun haji, tapi harus kita temukan ada hakikat haji, kembali ke kalimat Laa ilaaha Illallah," pungkasnya.

Masih dalam kesempatan itu, selain memaparkan materi dalam Bimbingan Manasik dan Tauhid Haji, Kakanwil juga melaunching Buku Panduan Lengkap Taman Pendidikan AL-Qur'an. Buku ini merupakan karya dari Penyuluh Agama non-PNS Kecamatan Nunukan. 

 

Penulis
Kemenag Kaltara
Editor
husni anggoro