Lompat ke isi utama
x

Bus Sholawat, Penyelamat Jemaah Tersesat

BS

Makkah (PHU)--Kasus jemaah tersesat masih terus dan terus terulang. Hal ini bisa dimaklumi karena memang banyak jemaah haji yang tua serta kurang berpendidikan. Bahkan ada sebagian dari mereka yang tidak bisa baca tulis sama sekali. Jangankan membaca tulisan Arab membaca tulisan latin pun mereka tidak bisa.

 Hal inilah yang membuat mereka para jemaah haji Indonesia rawan sekali untuk tersesat tidak menemukan jalan untuk pulang ke hotel. Ketua Kloter SOC 09, Ahmad Fahimi mengatakan, sebenarnya pemerintah Indonesia telah memberikan sebuah jalan keluar untuk mengatasi jemaah yang tersesat. Mereka cukup mencari bus sholawat.

“Setiap jemaah yang baru datang di Makkah oleh pihak hotel akan diberi kartu Hotel serta dibagikan kartu bus sholawat. Dari situ jemaah tinggal mencari kode bus yang sesuai dengan kartu bus yang telah diterima. Setiap menaiki bus yang sesuai dengan kartu bus akan secara otomatis berhenti di depan hotelnya. Itulah mengapa tidak hanya jemaah haji Indonesia jemaah haji dari berbagai negara juga menyediakan bus sholawat,” kata Fahimi dalam keterangan tertulisnya, 1 Juli 2022.

Tentu saja Armada bus sholawat yang disediakan untuk jemaah haji Indonesia yang terbanyak mengingat jumlah jemaah haji Indonesia adalah yang terbesar dibanding dengan negara lain.

Di sekitar Masjid Al Haram, ada 3 terminal bus yang disediakan untuk bus sholawat. Yang pertama dan terbesar adalah Terminal Syeb Amir. Minal ini dilalui 3 bus sholawat dari Indonesia yaitu bis nomor 2, 3 dan 4. Untuk bisa nomor 2 disediakan untuk jemaah haji dari terminal sub Amir menuju ke wilayah sektor 2 atau daerah Syisah. Untuk bus nomor 3 adalah terminal Syeb Amir menuju sektor 3 atau daerah Roudhoh dan bus nomor 4 untuk sektor 4 atau Jarwal.

Sedangkan terminal Bab Ali adalah terminal untuk jemaah haji dari Mahbas Jin yang dilalui bus Sholawat nomor 1. Yang terakhir adalah terminal Jiyad yang diperuntukkan untuk jemaah haji yang tinggal di sektor 5 atau wilayah Misfalah dengan bus sholawat yang bernomor 5. “Bus Sholawat tersebut berjalan 24 jam saling bergantian. Sehingga jemaah haji tidak perlu khawatir tidak dapat bus yang akan mengantar ke Masjidil Haram dari depan hotelnya masing-masing,” terang Fahimi.

Meski demikian, banyak dari jemaah haji yang masih saja bingung untuk menemukan jalan pulang. Kebanyakan dari mereka mengalami diorientasi ketika berada di Masjidil Haram, sehingga bingung menemukan pintu keluarnya.

Kadang mereka masuk dari pintu Babussalam dari daerah Syeb Amir tetapi keluar dari pintu King Fadh yang menuju terminal Jiyad.  Sehingga kebingungan mencari bus nya. Bagi para petugas Linjam dan Sektor Khusus Al Haram, akan mengarahkan jemaah haji menuju terminal sesuai dengan kartu bus yang mereka bawa. ”Yang membingungkan jika jemaah lupa tidak bawa kartu bus, maka petugas akan memeriksa dulu gelang identitasnya yang mana telah tertera nama nomor paspor serta kloter dan embarkasinya,” pjungkas Fahimi.

Penulis
Kemenag Jateng
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca