Lompat ke isi utama
x

Capaian Kinerja Terbaik, Empat Satker Kemenag Raih Penghargaan Dari Kemenkeu

Jakarta (PHU) --- Empat Satuan Kerja (Satker) pada Kementerian Agama mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan atas capaian kinerja terbaik pengelolaan proyek SBSN Tahun 2019. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Keuangan dalam Kegiatan Forum Koordinasi Penyiapan Proyek SBSN Tahun 2021 dan Kick Off Pelaksanaan Proyek SBSN Tahun 2020 yang berlangsung di Auditorium Ditjen PPR, Kemenkeu, Kamis (23/01). Penghargaan diberikan atas keberhasilan pembangunan Asrama Haji Provinsi Bangka Belitung, pembangunan UIN Sunan Gunung Jati Bandung, Pembangunan Balai Nikah/ KUA dan pembangunan Madrasah Aliyah Negeri 1 Surakarta.

Kegiatan ini diikuti oleh sembilan Kementerian/ Lembaga antara lain Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas, Kementerian Agama, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Standardisasi Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Satker Kementerian Agama Pengelola Proyek SBSN Tahun 2019 yang menerima penghargaan yakni Kanwil Kementerian Agama Propinsi Bangka Belitung, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati Bandung, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Barat, dan Madrasah Aliyah Negeri 1 Surakarta. Hadir pula pimpinan Unit Eselon I sebagai pemrakarsa proyek SBSN Tahun 2019 antara lain Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis dan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Muharam. Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kemenkeu Luky Alfirman.

Luky Alfirman menjelaskan bahwa pada kegiatan ini akan dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek SBSN Tahun 2019 dan sekaligus memberikan penghargaan terhadap sepuluh Satker dengan kinerja terbaik dalam pengelolaan proyek SBSN di tahun 2019, dimana empat diantaranya berhasil diraih oleh satker pada Kementerian Agama.

“Jadi hari ini kita rapat koordinasi, yang pada intinya melakukan evaluasi 2019. Apa yang baik yang bisa kita teruskan dan apa yang menjadi kekurangan, kita bicarakan bersama. Termasuk juga kita memberikan penghargaan. Ada 10 satker yang kita beri penghargaan, karena berkinerja paling bagus dalam pengelolaan proyek SBSN’, jelasnya.

Luky menambahkan pada tahun 2019 melalui SBSN telah dilakukan pembiayaan proyek infrastruktur pada 7 Kementerian/ Lembaga dengan nilai pembiayaan sebesar Rp28,43 triliun yang tersebar di 619 proyek. Sedangkan di tahun 2020 pembiayaan melalui SBSN dialokasikan sebesar Rp27,35 triliun pada 8 Kementerian/ Lembaga yang tersebar di 728 proyek. “Nilainya tahun 2020 sebesar Rp27,35 triliun untuk 8 Kementerian/ Lembaga dengan 728 proyek yang dibiayai oleh SBSN”, tambahnya.

Pada acara tersebut, Kementerian/ Lembaga yang hadir diminta untuk menyampaikan pemaparan terkait proyek yang dibiayai SBSN pada instansi masing-masing. Tim Kementerian Agama yang dipimpin oleh Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, memaparkan tujuan dan manfaat proyek SBSN pada Kemenag. Kamaruddin Amin menjelaskan bahwa proyek SBSN pada Kemenag bertujuan untuk mempercepat pembangunan sarana dan prasarana serta memenuhi kebutuhan layanan dasar kehidupan beragama yang lebih baik. Ia pun menjelaskan dengan adanya proyek yang biayai SBSN tersebut memberikan manfaat terhadap peningkatan kualitas layanan pada Asrama Haji, KUA dan Pendidikan Madrasah serta PTKIN.

“Tujuan dari proyek SBSN pada Kementerian Agama, yang pertama mempercepat pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat, kedua untuk memenuhi kebutuhan layanan dasar kehidupan beragama yang lebih baik. Selain itu dengan adanya proyek yang biayai SBSN dapat meningkatkan kualitas pelayanan kehidupan beragama ke masyarakat ditandai dengan meningkatnya Indeks Kepuasan Layanan Jemaah Haji Dalam Negeri, meningkatnya Indeks Kepuasan Layanan KUA dan meningkatnya Akses dan Mutu Pendidikan Madrasah dan PTKIN”, jelasnya.

Diwawancara secara terpisah, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang berhasil diraih oleh Kemenag. Ia mengatakan bahwa penghargaan yang diraih ini, merupakan hasil kerja bersama antara unit eselon 1 pusat sebagai pemrakarsa proyek dan satker di wilayah sebagai pelaksana. Selain itu ia pun berharap dengan diraihnya penghargaan ini, dapat menjadi pemacu satker lain yang akan mengelola proyek SBSN khususnya pada pembangunan Asrama Haji dan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT).

“Penghargaan ini tentunya hasil kerja bersama, lalu ada komitmen yang kuat dari pelaksana proyek dalam hal ini Kantor Kementerian Wilayah, khususnya pada pembangunan asrama haji. Ini tentu diharapkan dapat memacu kawan2 yang lain yang juga dipercayakan mengelola proyek SBSN untuk asrama haji maupun untuk PLHUT. Dan ini salah satu upaya untuk kita agar semua pekerjaan diselesaikan tepat waktu. Klo pekerjaannya tepat waktu sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku tentu kita perlu berbangga karena ini terus dinilai dan dipantau bukan hanya oleh kita Kementerian Agama tapi oleh Kementerian dan Lembaga lain”, ungkapnya. (Yp/Ba)

Jumlah Pembaca