Lompat ke isi utama
x

Di Maluku, Haji adalah Agen Perubahan 

Yamin

Maluku (PHU)— Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Maluku Yamin menegaskan se seorang yang baru saja menunaikan ibadah hajinya dari Tanah Suci, maka saat kembali ke Tanah Air, maka orang tersebut diyakini akan melakukan sustu perubahan pada dirinya sediri dan di masyarakat.

Demikian diungkapkan Yamin saat diskusi Jagong Haji dan Umrah melalui aplikasi Zoom. Sabtu, (25/04/). Pada diskusi ini ia memeberikan materi berjudul : Nikmat Haji, Kontemplasi Keabduhan Umat, dengan para peserta yang berasal dari pengurus pusat dan provinsi serta kabupaten kota dari seluruh Indonesia.

“Jika orang itu sudah melaksanakan haji, maka orang itu akan melakukan suatu perubahan dalam dirinya dan pada masyarakat,” kata Yamin.

Ia mengakui, status haji memang beban berat disandang seseorang sekembalinya dari Tanah Suci, menurut Yamin, kemabruran haji harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Itu akan menjadi beban yang berat dikala seseorang tersebut kembali melakukan kedzaliman.

“Sudah barang tentu itulah yang dikatakan bagaimana sumbernya, bagaimana mereka melaksanakan ibadah haji, apa yang akan dilakukan akan tergambar. Apabila seseorang telah melaksanakan haji yang tergambar dimasayarakat adalah orang-orang yang saleh,” terangnya.

Yang kedua, kata Yamin seseorang yang telah kembali dari menunaikan ibadah haji adalah orang-orang yang bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat kearah yang positif.

“Selanjutnya adalah seseorang yang sudah kembali dari Tanah Suci, dibenak masyarakat adalah orang tersebut akan memberikan pencerahan kearah yang positif,” jelasnya.

 

Kopiyah dan Ketaatan 

Yamin menjelaskan menggunakan kopiyah (peci) di Maluku sendiri saat melaksanakan ibadah shalat merupakan keharusan, menurutnya kopiyah adalah sebuah simbol ketaatan dan keabduhan seseorang kepada Tuhannya.

“Di Ambon, kopiyah adalah simbol, kalau anak kecil pergi kemasjid tidak memakai kopiyah itu pasti dimarahi sama orang tuanya,” jelas Yamin.

Ia juga menjelaskan, walau tidak bisa diukur, simbol ketaatan seseorang kepada Allah SWT juga bisa dilihat dari kopiyah orang tersebut.

“Seorang dewasa atau sudah pernah pergi haji, rasanya kurang sah dan kurang mabrur, kalau tidak memakai kopiyah,” pungkas Yamin yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (FKAPHI) Maluku ini.

 

Penulis
naif adnan
Editor
husni anggoro